Pegawai Bea Cukai Terlibat Impor Ilegal, Wamenkeu: Kami Tak Memberikan Toleransi

Suparjo Ramalan ยท Kamis, 25 Juni 2020 - 19:09:00 WIB
Pegawai Bea Cukai Terlibat Impor Ilegal, Wamenkeu: Kami Tak Memberikan Toleransi
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) buka suara terkait penyalahgunaan wewenang dalam importasi tekstil yang diduga melibatkan oknum pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Sebagai otoritas fiskal, Kemenkeu mendorong upaya adanya penegakan hukum dalam kasus tersebut. 

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan empat pegawai Direktorat Bea dan Cukai dan satu orang pengusaha sebagai tersangka kasus dugaan tipikor importasi tekstil ilegal yang masuk melalui Batam. Penetapan tersangka itu dilakukan pada Rabu (24/6/2020) kemarin. 

"Terkait dengan ini (kasus), kemarin pada hari, Rabu 24 Juni 2020, Kejagung menetapkan empat pegawai kantor pelayanan utama Bea Cukai dan satu pengusaha sebagai tersangka kasus dugaan  tipikor importasi tekstil ilegal yang masuk melalui Batam," ujar Suahasil, melalui konferensi pers virtual, Kamis (25/6/2020). 

Sebagai otoritas fiskal, Suahasil tetap berkomitmen untuk menjaga integritas dan profesionalitas dari seluruh staf dan institusi Kemenkeu. Hal ini termasuk akan memproses kasus yang melibatkan pegawai Direktorat (Dirjen) Bea dan Cukai Kemenkeu. 

Dalam penanganan kasus tersebut, Suahasil mengatakan, Kemenkeu terus berkoordinasi secara erat dengan Kejagung untuk memastikan penegakan hukum berjalan. Kerja sama itu bagian dari Kemenkeu menegakkan integritas dan komitmen dalam memberantas kejahatan di internal kementerian. 

Dia menegaskan tidak ada ruang bagi staf Kemenkeu yang menyalahgunakan wewenangnya dan mencederai nilai-nilai yang sudah ditanamkan di internal Kemenkeu. "Kita tidak memberikan toleransi, zero tolerance untuk siapa pun, staf Kemenkeu yang menjadi oknum, yang tidak melakukan pekerjaan atau menggunakan menyalahgunakan wewenangnya," ujar dia. 

Sebelumnya, kasus importasi ilegal ini terbongkar dari penemuan 27 kontainer milik PT Flemings Indo Batam (FIB) dan PT Peter Garmindo Prima (PGP) di Pelabuhan Tanjung Priok, pada Senin (2/32020) lalu. Saat diperiksa, Bidang Penindakan dan Penyidikan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok menemukan jumlah dan jenis barang dalam kontainer tidak sesuai dengan dokumen.

Dalam kasus ini, tujuh pejabat di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu diperiksa penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung. Penyidikan itu berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print-22/F.2/Fd.2/04/2020 yang dikeluarkan pada Senin 27 April 2020.


Editor : Ranto Rajagukguk