Pembentukan Holding BUMN Infrastruktur Paling Lambat Januari 2019

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Senin, 31 Desember 2018 - 14:34 WIB
Pembentukan Holding BUMN Infrastruktur Paling Lambat Januari 2019

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id – Pemerintah akan membentuk holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Infrastruktur. Penyatuan perusahaan BUMN Karya ini ditargetkan dilakukan pada akhir Desember 2018.

Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian BUMN Hambra Samal mengatakan, pihaknya berusaha menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) terkait pembentukan holding tersebut pada hari ini. Meskipun secara hukum, pembentukan holding baru resmi saat penandatanganan akta inbreng.

"Lagi diusahakan kalau bisa semua terjadi hari ini, kalau tidak hari ini kita liat tanggal 2 atau 3 (Januari 2019). Tapi sampai hari ini kita berusaha hari ini," ujarnya di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (31/13/2018).

Dalam penerbitan PP ini, pihaknya masih menunggu Keputusan Menterin Keuangan baru bisa diterbitkan. Pasalnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati harus menetapkan nilai valuasi aset dari perusahaan yang akan digabungkan dalam holding infrastruktur.

"Setelah itu tinggal penandatanganan akta inbreng. Valuasi sudah selesai semua, tinggal penetapan nilainya aja," kata dia.

Kendati demikian, jika PP tidak bisa diterbitkan hari ini maka pembentukan holding infrastruktur maksimal ditargetkan 2 Januari mendatang. "Maksimal 2 Januari diusahakan. Hari ini PP tinggal di Presiden. Semoga Presiden bisa menerbitkan PP-nya, Menkeu bisa terbitkan putusan nilai. Ya bisa kita selesaikan," ucapnya.

Sementara untuk pergantian nama holding akan dilakukan saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun depan. "Kan persero itu kalau dinama PT BUMN dua hal, status karena dimiliki negara. Lengket di belakang akta jadi sekaligus jadi nama. Statusnya terakhir pas tanta tangan akte nama perubahan anggaran dasar," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Rini Soemarno menargetkan pembentukan holding tersebut bisa dilakukan pada akhir Desember 2018. Nantinya, dua holding BUMN ini akan beranggotakan para perusahan BUMN Karya.

Holding BUMN infrastruktur akan terdiri dari enam perusahaan, yakni PT Hutama Karya (Persero) sebagai induk holding, dan didukung anggota holding yaitu PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Yodya Karya (Persero) dan PT Indra Karya (Persero).


Editor : Ranto Rajagukguk