Pemerintah Belum Putuskan Nasib Proyek Infrastruktur di Tengah Corona

Aditya Pratama, Djairan ยท Kamis, 02 April 2020 - 15:02 WIB
Pemerintah Belum Putuskan Nasib Proyek Infrastruktur di Tengah Corona

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi, Kemenko Maritim dan Investasi Ridwan Djamaluddin. (Foto: Humas Kemenko Marves)

JAKARTA, iNews.id - Proyek infrastruktur masih jalan terus di tengah pandemi virus corona. Sejauh ini, belum ada keputusan apapun soal nasib proyek infrastruktur.

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Maritim dan Investasi Ridwan Djamaluddin mengatakan, pemerintah saat ini fokus menyelamatkan masyarakat yang terinfeksi Covid-19.

“Belum secara spesifik dievaluasi yang mana yang mau diteruskan, mana yang diprioritaskan dan mana yang mau ditunda. Yang pasti, prinsipnya kita sekarang first thing first mau diupayakan dulu soal keselamatan,” ujar Ridwan melalui video conference, Kamis (2/4/2020).

Ridwan menyebut, sejumlah proyek infrastruktur saat ini memang melibatkan tenaga kerja asing, termasuk dari China di proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Dia pun meminta masyarakat tidak menjustifikasi dan mencap negatif para tenaga kerja asal China tersebut apabila mereka tiba di tanah air terkait kinerja mereka dalam proyek-proyek infrastruktur di Indonesia.

Sebab, selain saat ini China telah melewati badai wabah virus corona, pemerintah juga akan melakukan mekanisme dan proses yang tepat dalam mempekerjakan mereka di proyek-proyek infrastruktur.

"Malah kita harus lapang dada. Orang kita mungkin lebih berbahaya dari orang lain karena kita sendiri sedang outbreak (virus corona) saat ini," kata dia.

Kendati demikian, Ridwan menyebut, semua keputusan pemerintah akan didasarkan pada aspek keselamatan, bukan bisnis.

"Pemerintah saja hampir semua bekeja dari rumah, slow down sedikit enggak apa-apa, kita selamatkan orangnya dulu. Semua risiko harus kita tanggung semua, jangan ada yang berpikir bisnis saya jadi berkurang dan lainya, kita sikapi secara bijak," tuturnya.

Editor : Rahmat Fiansyah