Pemerintah Janjikan Ekonomi RI Tak Tumbuh di Bawah 5 Persen

Aditya Pratama ยท Rabu, 18 Desember 2019 - 12:19 WIB
Pemerintah Janjikan Ekonomi RI Tak Tumbuh di Bawah 5 Persen

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. (Foto: iNews.id/Aditya Pratama)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah memastikan tidak akan membiarkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di bawah 5 persen pada 2019 dan 2020. Hal itu tidak akan terganggu meskipun perekonomian global saat ini dalam periode berat seiring melambatnya perdagangan dunia.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, melambatnya arus ekonomi dan perdagangan dunia bukan alasan pemerintah untuk tidak meningkatkan perekonomian. Namun, dampak tersebut turut memengaruhi ekonomi dunia sehingga menekan perekonomian negara berkembang, termasuk Indonesia.

Dia juga menambahkan, perekonomian negara-negara maju seperti Singapura dan China yang beberapa tahun lalu bisa menembus 7-10 persen, saat ini hanya mampu tumbuh di kisaran 6 persen.

"Kalau perekonomian kita kena imbas, tahun lalu kita 5,2 persen, tahun ini 5 persen, bukannya kita enggak kena imbas, tapi minimal kita tahan. Benar-benar kita tahan jangan sampai di bawah 5 persen," ujar Suahasil dalam sambutannya di Seminar Property Outlook 2020 di Gedung Dhanapala Kemenkeu, Jakarta Pusat, Rabu (18/12/2019).

Suahasil menambahkan, faktor utama untuk menjaga ekonomi Indonesia tidak terdampak global dengan meningkatkan efektivitas sektor properti. Menurut dia, sektor properti  memiliki efek ganda yang sangat kompleks untuk menggerakkan ekonomi Tanah Air secara keseluruhan.

"Nah sektor properti ini biasanya memegang peranan penting untuk menahan atau mengangkat kembali pertumbuhan ekonomi, karena sektor properti multiplier effect-nya ke mana," kata dia.

Pemerintah sejak tahun lalu telah menyiapkan insentif di sektor properti, di antaranya keringanan pajak, seperti tidak dipungutnya Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk tipe rumah sederhana dan supersederhana, pengurangan Pajak Penghasilan (PPh) bagi tipe menengah dari 5 persen menjadi 1 persen. Selain itu juga diberikan kenaikan batasan nilai rumah mewah untuk dikenakan Pajak Penjualan Atas Bawang Merah (PPnBM).

"Ketemu dengan pengusaha sektor properti, kapan sektor ini bisa maju, dan kemudian mereka bilang masih kurang insentifnya kurang. Tapi dengan apa yang dilakukan dengan seluruh insentif ini betul-betul sektor properti kalau bisa mulai kerja dan tingkatkan pertumbuhannya," ucap Suahasil.

Editor : Ranto Rajagukguk