Pemerintah Terima 232 Usulan Proyek Masuk PSN, Mayoritas dari Pemda

Aditya Pratama ยท Kamis, 16 April 2020 - 12:08:00 WIB
Pemerintah Terima 232 Usulan Proyek Masuk PSN, Mayoritas dari Pemda
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Foto: Humas Kemenko Perekonomian)

JAKARTA, iNews.id - Proyek strategis nasional (PSN) tetap menjadi perhatian pemerintah selama masa pandemi Covid-19. Sejauh ini, banyak usulan proyek dari berbagai pihak untuk dimasukkan dalam PSN.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, ada 232 usulan proyek baru untuk dimasukkan dalam PSN. Sebagian besar berasal dari pemerintah daerah (pemda).

“84 usulan proyek berasal dari 5 Kementerian, 123 usulan proyek berasal dari 13 pemerintah daerah, 17 usulan proyek berasal dari 4 BUMN/BUMD, dan 8 usulan proyek berasal dari swasta," katanya, Kamis (16/4/2020).

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan menyebut, usulan proyek tersebut perlu dikaji, terutama proyek yang menggunakan dana swasta.

"Kita mau coba melihat proyek mana saja yang bisa didanai oleh sektor swasta, jadi tidak hanya oleh APBN," ujarnya.

Luhut menilai, status PSN sangat penting bagi investasi swasta yang selama ini mengalami kendala sehingga bisa diselesaikan. Dengan begitu, investasi berdampak pada penyerapan tenaga kerja sekaligus menghasilkan devisa.

“Saya berharap kita bisa lebih cepat walaupun dalam situasi yang seperti ini," kata dia.

Plt. Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Septian Hario Seto menambahkan, salah satu proyek yang diusulkan masuk PSN yaitu kawasan industri Pulau Obi.

“Usulan pertama adalah Kawasan Industri Pulau Obi. Jumlah tenaga kerja asal Indonesia sebesar 1.978 orang. Saat ini telah memiliki desain smelter RKEF tahap 2 dengan estimasi investasi sekitar 800 juta dolar AS," ucapnya.

Di dalam kawasan industri itu, kata dia, telah dibangun smelter RKEF tahap 1 yang telah beroperasi sejak 2016. Smelter ini dibangun oleh investor domestik, Grup Harita.

Selain itu, kata Seto, usulan lainnya yaitu Weda Bay Industrial Park. Salah satu industri pertama yang bakal beroperasi yaitu smelter pada April 2020 dengan investasi antara 4-5 miliar dolar AS.

"Pangsa ekspornya dari tahap 1 sudah cukup signifikan yaitu pada 2024 diperkirakan mencapai 2 miliar dolar AS. Jika pada tahun tersebut telah fully invested, kami perkirakan nilainya bisa jauh lebih besar," katanya.

Dua kawasan industri itu, menurut Seto, cukup layak masuk dalam PSN. "Jika berkenan, keduanya ini akan kami mintakan untuk dilengkapi kekurangannya untuk kemudian masuk dalam daftar proyek PSN," tuturnya.

Editor : Rahmat Fiansyah