Pemerintah Tugaskan Bulog Salurkan Beras BPNT Awal 2020

Muhammad Aulia ยท Kamis, 26 Desember 2019 - 21:56 WIB
Pemerintah Tugaskan Bulog Salurkan Beras BPNT Awal 2020

Pemerintah berencana menyalurkan beras untuk mendukung program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada awal 2020. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah berencana menyalurkan beras untuk mendukung program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada awal 2020. Hal ini sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menugaskan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) untuk merealisasikan penyaluran tersebut.

"Kita sedang menyiapkan arahan dari Presiden agar beras Bulog bisa dipakai di awal tahun 2020," ujar Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani di Jakarta, Kamis (26/12/2019).

Askolani menginfokan saat ini Kemenkeu sedang berkoordinasi dengan Perum Bulog dan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk pendataan peserta penerima program BPNT 2020.

"Sekarang (kami) masih berkoordinasi mengumpulkan data dari Kemensos dan Himbara (Himpunan Bank Negara) mengenai berapa potensi yang bisa dipakai untuk di BPNT dalam bentuk beras," ujarnya.

Namun, Askolani mengakui pemerintah saat ini masih belum memiliki data yang spesifik mengenai jumlah peserta yang mengikuti program BPNT. Alhasil, pemerintah belum bisa mengeluarkan angka pasti mengenai banyaknya anggaran yang dibutuhkan untuk menjalankan program BPNT.

Walaupun demikian, Askolani tetap menyampaikan rasa optimisme terhadap program BPNT yang menurutnya dapat mulai dilaksanakan pada Januari 2020.

"Mulai Januari, sehingga bisa jalan di tiga bulan pertama. Agar bisa lebih maksimal dibanding tahun lalu," tuturnya.

Ketiadaan data tersebut turut dikonfirmasi di waktu yang sama oleh Budi Waseso selaku Direktur Utama Bulog. Menurut dia, data tersebut masih dikumpulkan dan diolah terlebih dahulu oleh Kemensos dan Himbara untuk nantinya dikoordinasikan ke Kemenkeu.

"Data-datanya belum ada, belum sinkron. Ya belum ada data yang real (sehingga) belum bisa ditindak lanjuti," ujarnya.


Editor : Ranto Rajagukguk