Pemindahan Ibu Kota, Hutama Karya: Kita Diminta Ikut Investasi 

Isna Rifka Sri Rahayu · Kamis, 05 September 2019 - 21:32 WIB
Pemindahan Ibu Kota, Hutama Karya: Kita Diminta Ikut Investasi 

PT Hutama Karya (Persero) bersiap menyambut penugasan pemerintah untuk menggarap proyek di Ibu Kota baru. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - PT Hutama Karya (Persero) bersiap menyambut penugasan pemerintah untuk menggarap proyek di Ibu Kota baru. Bahkan, pemerintah telah meminta agar perseroan berinvestasi di sana.

Direktur Utama Hutama Karya Bintang Perbowo mengatakan, di Ibu Kota yang terletak di Kalimantan Timur, ini pemerintah akan membangun infrastruktur, fasilitas penunjang, hingga gedung. Namun, pemerintah meminta Hutama Karya mengerjakan gedung perkantoran pemerintahan.

"Soal Ibu Kota baru, seru ya tapi kan UU (Undang-Undang)-nya juga sedang digarap jadi belum tahu skemanya gimana. Tentu kalau pindah, di sini (Jakarta) banyak kantor, lahan departemen bisa dipakai untuk bisnis," ujarnya di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Kendati demikian, dia enggan membocorkan besaran investasinya termasuk skema pembiayaan, dan jumlah gedung yang akan dikerjakan. Pasalnya, undang-undang pembangunan Ibu Kota baru tersebut masih dirancang pemerintah.

"Kita diminta ikut investasi, tuker itu, bangun kantor pemerintahan di sana. Tapi kan nanti pakai tender dan sebagainya jadi perlu waktu menunggu peraturan undang-undangnya," ucapnya.

Pemerintah sebelumnya telah menegaskan tidak akan menerbitkan surat utang untuk mendanai pembangunan Ibu Kota baru ini. Pemerintah ingin dana pembangunan tersebut bersumber dari sewa gedung-gedung pemerintah pusat yang ada di Jakarta kepada pihak swasta.

"Untuk bangun di sana pemerintah tidak utang dan lain-lain, artinya lahan di sini mungkin dikompensasi. Swasta ambil atau gimana tergantung undang-undangnya," kata dia.

Menurut dia, pemindahan Ibu Kota dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur akan memberikan peluang besar bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karya untuk mendapatkan proyek-proyek strategis. Saat ini, Hutama Karya memegang 15 persen saham di Tol Kalimantan, yakni jalan tol Balikpapan-Samarinda yang ditargetkan selesai tahun ini. "Insya Allah banyak (proyek baru)," tutur dia.

Editor : Ranto Rajagukguk