Penampakan Harley Davidson yang Diselundupkan di Pesawat Garuda

Ilma De Sabrini ยท Kamis, 05 Desember 2019 - 15:20 WIB
Penampakan Harley Davidson yang Diselundupkan di Pesawat Garuda

Penampakan onderdil Harley Davidson dan sepeda lipat Brompton yang diduga diselundupkan direksi Garuda Indonesia dalam rilis di Ditjen Bea Cukai, Jakarta, Kamis (5/12/2019). (Foto: iNews.id/Ilma de Sabrini).

JAKARTA, iNews.id - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan menyita onderdil motor gede Harley Davidson dan sepeda lipat Brompton yang diangkut dalam pesawat Airbus A330-900 Neo milik maskapai Garuda Indonesia. Pesawat ini terbang dari Toulouse, Prancis.

Harley Davidson dan sepeda Brompton ini dipamerkan dalam jumpa pers Ditjen Bea Cuka, Kamis (5/12/2019). Moge Harley itu merupakan jenis softail dengan warna kombinasi merah dan putih gading.

Adapun sepeda Brompton berwarna hijau army. Moge Harley tidak dalam kondisi utuh, melainkan pretelan dengan sejumlah onderdil.

Menter BUMN Erick Thohir sebelumnya mengancam bakal memecat direksi Garuda yang terbukti menyelundupkan barang-barang tersebut. Erick bahkan mempersilakan direksi tersebut mundur sebelum terbongkar.

Kalau benar, ya harus dicopot. Lebih baik lagi sebelum ketahuan mending mengundurkan diri," kata Erick di Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Soekarno-Hatta menyita komponen atau onderdil Harley Davidson serta dua sepeda lipat merek Brompton yang tidak terdata alias ilegal. Barang-barang ini terdapat dalam pesawat anyar yang didatangkan dari Perancis.

Vice Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan sebelumnya mengakui ada petugas on-board Garuda Indonesia yang membawa onderdil alias suku cadang moge. Saat turun dari pesawat, petugas itu melakukan self-declare atas barang-barang bawaannya tersebut.

"Setelah self-declare atas barang-barang bawaannya, itu petugas on-board itu diperiksa sama bea cukai, ada memang barang-barang yang perlu perhatian khusus itu sparepart," kata Ikhsan saat dihubungi iNews.id, Selasa (3/12/2019).

Dia peristiwa itu terjadi saat pesawat parkir di hanggar milik PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMF), anak usaha Garuda Indonesia. Area tersebut tak lain merupakan kawasan berikat.

"Perangkat-perangkat kepabeanan internasional juga ada di sana, kan bea cukai ada di sana, di sana juga ketat barang keluar masuk dan GMF patuh terkait aturan aturan itu," ujarnya.


Editor : Zen Teguh