Pendaftar CPNS 2019 Tembus 3,25 Juta, Terbanyak Melamar Jadi Sipir Penjara

Antara ยท Selasa, 26 November 2019 - 11:48 WIB
Pendaftar CPNS 2019 Tembus 3,25 Juta, Terbanyak Melamar Jadi Sipir Penjara

Sipir penjara. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyatakan hingga Senin (25/11/2019) petang, sebanyak 3,25 juta orang telah memasukkan (submit) pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019. Sementara yang sudah membuat akun mencapai 4,87 juta.

"Data terbaru yang kami rilis hingga Senin sore, jumlah pendaftar CPNS yang telah submit di situs sekitar 3,25 juta orang," kata Plt Kepala Bior BKN Paryono, Selasa (26/11/2019).

Kementerian Hukum & HAM menjadi instansi yang paling banyak dilamar sebanyak 596.577 orang, diikuti oleh Kementerian Agama 84.562, Kejaksaan Agung 60.513, Pemprov Jateng 49.398, dan Pemprov Jatim 44.988.

Kemudian ada Pemprov DKI Jakarta yang peminatnya mencapai 39.804 orang, Mahkamah Agung 32.641, Pemprov Jabar 29.197, Kementerian Kesehatan 23.363 dan Kementerian Pertanian 21.641.

Sementara itu, instansi dengan jumlah pelamar paling sedikit yaitu Setjen MPR 348, Pemkab Labuhanbatu Selatan 332, Kemenpora 311, Kemenpolhukam 268, dan Kemenko PMK 266.

Lalu ada Pemkab Maluku Barat Daya 237, BNPT 212, BPIP 170, Setjen Komnas HAM 168, dan Kementerian Riset dan Teknologi 86.

Pelamar di Kementerian Hukum & HAM banyak melamar sebagai sipir penjara alias penjaga tahanan (pria) 263.054 dan penjaga tahanan (perempuan) 120.173. Selain itu, pemeriksa keimigrasian (pria) juga cukup banyak mencapai 78.664.

Selain itu, pelamar yang mengincar posisi guru juga cukup banyak. Guru kelas mencapai 203.499, guru agama Islam 125.285, guru matematika 100.399, guru bahasa Inggris 94.114, dan guru bahasa Indonesia 78.069.

Sejumlah formasi tampak masih kosong di antaranya pengelola pemeliharaan laboratorium, pengelola kelistrikan kereta api, dan asisten ahli - dosen aplikasi komputer perbankan.

Paryono menargetkan jumlah pendaftar CPNS yang memasukkan formulir bisa mencapai 4,5-5 juta orang. Dia optimistis target itu bisa tercapai mengingat tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti proses seleksi.

Secara umum, kata Paryanto, tidak ada kendala berarti yang dihadapi BKN. Sejumlah keluhan terkait kesulitan mengakses situs pendaftaran lebih disebabkan masalah teknis di lapangan.

"Itu biasanya disebabkan oleh jaringan internet yang bersangkutan (pendaftar)," ucapnya.


Editor : Rahmat Fiansyah