Pendalaman Pasar Keuangan Indonesia Kalah dari Malaysia dan Filipina

Rina Anggraeni ยท Selasa, 03 Agustus 2021 - 14:38:00 WIB
Pendalaman Pasar Keuangan Indonesia Kalah dari Malaysia dan Filipina
Menkeu Sri Mulyani sebut pendalaman pasar keuangan Indonesia kalah dari Malaysia dan Filipina.

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan, pendalaman pasar keuangan Indonesia masih rendah dibandingkan potensinya. Bahkan, juga lebih rendah dibandingkan negara yang tergabung dalam ASEAN-5.

"Kita masih rendah dari Malaysia, Singapura dan Filipina," kata dia dalam video virtual, Selasa (3/8/2021).

Menurutnya, pendalaman pasar keuangan perlu dilakukan karena 70 persen sektor keuangan didominasi sektor perbankan. Sementara sektor ini di saat pandemi Covid-19 justru sangat rentan. 

Adapun pendalaman pasar keuangan bisa dilakukan dengan memperluas investor baru di sektor lain. Untuk mewujudkannya, pemerintah harus gencar melakukan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan literasi dan inklusi sektor keuangan.  

Sri Mulyani menuturkan, upaya meningkatkan tingkat literasi keuangan bukan menjadi tugas satu atau dua pihak saja. Hal ini merupakan tugas semua otoritas, dan perlu melibatkan semua stakeholders, termasuk generasi muda dan masyarakat.

"Pemerintah akan terus mengembangkan instrumen inovatif lainnya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berinvestasi di pasar keuangan," ujarnya.

Selain untuk mewujudkan sektor keuangan Indonesia yang inklusif, partisipasi generasi muda dan masyarakat dalam berinvestasi dapat mendorong kemandirian bangsa untuk pembiayaan pembangunan di Indonesia dan menjadi penunjang stabilitas sektor keuangan yang lebih kuat.

"Like It merupakan series kegiatan literasi yang diinisiasi dengan kolaborasi bersama dan diselenggarakan secara bergantian oleh FKPPPK. Series literasi ini akan memberikan pemahaman mengenai produk atau investasi di surat berharga negara, produk pasar modal serta bagaimana mengelola keuangan secara bijak," tutur Sri Mulyani.

Editor : Jujuk Ernawati