Penerimaan Pajak hingga Oktober Capai 77,56 Persen dari Target APBN

Michelle Natalia ยท Jumat, 26 November 2021 - 11:42:00 WIB
Penerimaan Pajak hingga Oktober Capai 77,56 Persen dari Target APBN
Menkeu Sri Mulyani ungkap realisasi penerimaan pajak hingga Oktober capai 77,56 persen dari target APBN 2021.

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan, penerimaan pajak hingga akhir Oktober 2021 sebesar Rp953,6 triliun. Nilai itu sekitar 77,56 persen dari target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 sebesar Rp1.229,59 triliun.

Realisasi penerimaan pajak tersebut tumbuh sebesar 15,3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy). Sejalan dengan perbaikan ekonomi, dia menjelaskan, pertumbuhan penerimaan pendapatan yang kian membaik ditopang oleh peningkatan penerimaan kepabeanan dan cukai, serta PNBP.

“Dari sisi penerimaan menunjukkan perubahan yang dinamis, merefleksikan kondisi ekonomi dan dunia usaha yang sekarang mampu membayar pajak kembali karena kondisi bisnis mereka sudah mulai pulih,” kata dia dalam Konferensi Pers APBN KiTa November 2021 secara daring pada Kamis (25/11/2021).

Dari sisi penerimaan pajak, PPh migas tumbuh 55,7 persen didorong oleh kenaikan harga komoditas minyak bumi dan gas bumi. Sedangkan PPh nonmigas tumbuh 8,9 persen yang komposisinya berasal dari pajak-pajak yang menunjukkan aktivitas ekonomi tumbuh positif. 

Sementara penerimaaan PPN tumbuh 20,4 persen didorong oleh PPN dalam negeri, di mana aktivitas ekonomi yang kembali normal dan PPN Impor yang menggambarkan kegiatan impor meningkat signifikan. Dari PBB tumbuh 1,2 persen ditopang oleh kenaikan PBB perkebunan, dan pajak lainnya tumbuh 91,5 persen, yang merupakan dampak penyesuaian tarif bea materai.

“Penerimaan bea dan cukai sejak tahun lalu masih resilient dan sampai tahun ini masih tetap bertahan. Sampai dengan 31 Oktober 2021, penerimaan kita mencapai Rp205,78 triliun atau 95,73 persen dari target APBN, tumbuh sangat kuat 25,47 persen,” ujar Sri Mulyani.

Seluruh komponen penerimaan kepabeanan dan cukai tumbuh positif. Kinerja komponen penerimaan yang berasal dari Cukai, Bea Masuk (BM), dan Bea Keluar (BK) berturut-turut tumbuh 10,3 persen (yoy), 16,83 persen (yoy), dan 868,61 persen (yoy).

“Jadi penerimaan bea cukai tahun ini cukup sangat baik, karena cukai yang masih dipertahankan cukup baik, dan sekarang dikontribusikan oleh bea masuk dan bea keluar yang mengalami momentum yang sangat tinggi akibat pemulihan ekonomi terutama ekspor impor,” tuturnya.

Adapun realisasi PNBP sampai dengan akhir Oktober 2021 mencapai Rp349,2 triliun atau 117,1 persen dari target dalam APBN 2021. Capaian realisasi PNBP tumbuh 25,2 persen tersebut didorong oleh kenaikan penerimaan Sumber Daya Alam (SDA) sebesar Rp111,18 triliun, PNBP lainnya dan pendapatan Badan Layanan Umum (BLU).

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel: