Pengamat: Tol Sedyatmo Jadi Tulang Punggung Pengembangan Aerocity

Ranto Rajagukguk ยท Jumat, 15 Maret 2019 - 22:38 WIB
Pengamat: Tol Sedyatmo Jadi Tulang Punggung Pengembangan Aerocity

Jalan tol Sedyatmo jadi tulang punggung pengembangan aerocity. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Ruas tol Sedyatmo dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan pelayanan, hingga hasilnya dapat dirasakan para pengguna jalan tol yang menghubungkan antara ibu kota dengan bandara Internasional Soekarno-Hatta. Ruas tol yang dikelola oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk sejak tahun 1985 itu, tidak hanya sebagai akses utama menuju bandara, melainkan juga berperan untuk menggerakan pertumbuhan kawasan sekitarnya.

Pengamat Perkotaan dan Dosen Teknik Planologi Universitas Trisakti (Usakti) Yayat Supriatna mengungkapkan, perkembangan bandara Soekarno-Hatta sangat bergantung pada kondisi tol Sedyatmo. Pasalnya, kawasan bandara kini telah tumbuh dan berkembang menjadi Aerocity. Dalam posisi tersebut, tol Soedijatmo menjadi tulang punggung atau backbone pertumbuhan kawasan sekitarnya.

"Volume bangkitan perjalanan menuju bandara saat ini telah melayani lebih dari 66 juta penumpang, diperkirakan pada tahun 2025 seiring dengan pengembangan terminal IV Bandara Soekarno-Hatta akan melayani 100 juta penumpang. Lonjakan dan pertumbuhan yang sangat meningkat ini membutuhkan perhatian dan dukungan pemeliharaan yang maksimal agar pengguna jalan tol Sedyatmo tetap memperoleh pelayanan sesuai standar pelayanan minimal (SPM) yang telah ditetapkan," ujar Yayat dalam keterangan pers, Jumat (15/3/2019).

Sementara itu, terkait upaya pemenuhan SPM, Yayat mengakui bukan hal yang mudah bagi Jasa Marga untuk melakukannya, mengingat dukungan biaya operasional yang dikeluarkan juga cukup besar seiring dengan peningkatan volume kendaraan yang melintasi Tol Sedyatmo. Di sisi lain, pengelola jalan tol harus memprioritaskan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan tol.

"Untuk menjaga kualitas jalan yang prima, dan kondisi uang layak membutuhkan partisipasi masyarakat. Masyarakat butuh kecepatan dan kenyamanan, sementara jalan butuh kondisi yang prima. Sinergi kedua komponen ini menjadi hal penting demi menjaga kualitas jalan Tol Sedyatmo," kata Yayat.

Dia mengingatkan, Tol Sedyatmo saat ini telah menjadi penyangga utama antara fungsi bandara dengan kota-kota besar lain di Indonesia bahkan mancanegara, gangguan perjalanan di ruas tol tersebut akan membawa dampak keterlambatan penerbangan ke berbagai wilayah. Untuk itu pihak pengelola dalam hal ini Jasa Marga harus mampu menjaga waktu tempuh dan kecepatan yang aman untuk pengguna Tol Soedijatmo.

"Menjaga agar waktu tempuh dan kecepatan membutuhkan tambahan teknologi dan informasi yang perlu melengkapi sistem pelayanan di Jalan Tol Sedyatmo. Untuk itu saat ini saya yakin PT Jasa Marga akan terus meng-upgrade sistem layanan di Tol Sedyatmo guna mencegah seminimal mungkin terjadinya gangguan dan hambatan perjalanan dari dan menuju bandara Soekarno Hatta," katanya.


Editor : Ranto Rajagukguk