Penghapusan BBM Premium di Masa Pandemi Covid-19 Dinilai Beratkan Masyarakat

Suparjo Ramalan · Minggu, 15 November 2020 - 19:55:00 WIB
Penghapusan BBM Premium di Masa Pandemi Covid-19 Dinilai Beratkan Masyarakat
Penghapusan BBM premium pada masa pandemi Covid-19 semakin memperberat beban masyarakat karena konsumen harus migrasi ke pertamax yang harganya lebih mahal. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Wacana penghapusan Bahan Bakar Minyak (BBM) premium (RON-88) secara bertahap mulai 1 Januari 2021 mendatang menuai pro dan kontra. Salah satunya ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara. 

Dia mengutarakan, wacana penghapusan BBM premium hanya satu formalitas. Di mana dalam beberapa tahun terakhir stok BBM lremium sulit ditemukan di sejumlah SPBU. Dia menilai, kelangkaan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mengalihkan konsumsi masyarakat dari premium ke pertalite dan pertamax. 

"Faktanya premium kan sudah sangat sulit ditemukan di SPBU. Tanpa wacana penghapusan premium pun, diam-diam Pertamina memaksa masyarakat memakai pertalite dan pertamax," ujar Bhima saat dikonfirmasi, Minggu (15/11/2020). 

Situasi ini sudah berlangsung beberapa tahun terakhir dengan dalih masyarakat mampu menggunakan BBM nonsubsidi. Imbasnya, kata dia, daya beli masyarakat sudah terdampak sejak premium sulit ditemukan. "Jadi rencana penghapusan BBM premium itu sekadar formalitas," katanya.

Di tempat terpisah, pengamat Ekonomi Energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) sekaligus mantan anggota Tim Anti Mafia Migas Fahmy Radhi mengatakan, penghapusan premium merupakan keputusan sangat tepat. Namun, penghapusan BBM premium pada masa pandemi Covid-19 akan semakin memperberat beban masyarakat karena konsumen harus migrasi ke pertamax yang harganya lebih mahal. Apalagi, masyarakat pengguna BBM premium merupakan konsumen terbesar kedua setelah konsumsi pertalite.

Editor : Dani M Dahwilani

Halaman : 1 2