Penuhi Pasokan Listrik Ibu Kota Baru, Pembangkit Dimungkinkan Gunakan EBT

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Minggu, 01 September 2019 - 18:05:00 WIB
Penuhi Pasokan Listrik Ibu Kota Baru, Pembangkit Dimungkinkan Gunakan EBT
Pemerintah berencana menggunakan energi baru terbarukan (EBT) sebagai sumber tenaga untuk memenuhi kebutuhan listrik Ibu Kota baru di Kalimantan Timur (Kaltim). (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah berencana menggunakan energi baru terbarukan (EBT) sebagai sumber tenaga untuk memenuhi kebutuhan listrik Ibu Kota baru di Kalimantan Timur (Kaltim). Pasalnya, Ibu Kota baru ini mengusung konsep green city yang ramah lingkungan.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform Fabby Tumiwa mengatakan, hal tersebut sangat dimungkinkan diterapkan di Ibu Kota baru. Pasalnya, Kaltim memiliki sumber daya alam yang sangat kaya sehingga berpotensi menghasilkan EBT.

"Kaltim ada potensi PLTA/PLT Mini hydro (PLTM), biomassa dari limbah kelapa sawit dan potensi energi surya. Secara sumber daya, potensi EBT cukup besar," ujarnya kepada iNews.id, Minggu (1/9/2019).

EBT seperti biomassa dapat dihasilkan dari limbah industri kelapa sawit seperti cangkang kelapa sawit yang banyak di Kalimantan. Bahkan, minyak kelapa sawit ini juga bisa diolah menjadi bahan bakar minyak (BBM) ramah lingkungan yaitu B30 atau B100.

Selain itu, PT PLN (Persero) juga tengah membangun beberapa proyek PLTM dan biomassa yang direncanakan dapat beroperasi mulai tahun 2025. Kemudian PLT Surya (PLTS) bisa dibangun di atas tanah ataupun bangunan-bangunan perkantoran di Ibu Kota baru.

PLT Air (PLTA) juga dapat digunakan dengan memanfaatkan sungai Riam seperti tiga PLTA yang tengah dibangun PLN di Kaltara. Meski sumber EBT ini tidak dapat digunakan secara 24 jam seperti PLTS namun dengan pengintegrasian sistem kelistrikan yang baik pasti dapat diwujudkan.

"Tentunya pembangkit-pembangkit ini perlu direncanakan dan dibangun secara bertahap," kata dia.

Menurut dia, dengan penggunaan EBT ini pemerintah justru dapat membuktikan kepada setiap daerah konsep penataan kota yang berkelanjutan dengan memanfaatkan EBT setempat. Dengan demikian, Indonesia tidak perlu lagi memproduksi tenaga listrik PLTU menggunakan batu bara.

PLTU dinilai tidak ramah lingkungan karena selain menggunakan bahan baku sumber daya alam juga asap dan abu pembakaran dapat merusak lingkungan sekitar. Jangan sampai Indonesia menjadi negara terbesar yang memproduksi batu bara sekaligus menjadi pengguna tersebesarnya.

Perlu diketahui, SDA seperti batu bara seiring berjalannya waktu akan habis jika terus-terusan diambil. Apalagi jika menjadi satu-satunya bahan penghasil listrik untuk memenuhi kebutuhan listrik seluruh Indonesia.

Editor : Ranto Rajagukguk