Penuhi Perjanjian Paris, Indonesia Butuh Dana Rp3.461 Triliun

Antara ยท Jumat, 11 Juni 2021 - 12:35:00 WIB
Penuhi Perjanjian Paris, Indonesia Butuh Dana Rp3.461 Triliun
Menkeu Sri Mulyani

JAKARTA, iNews.id - Untuk memenuhi target  Perjanjian Paris atau Paris Agreement, Indonesia membutuhkan dana sebesar 247,2 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp3.461 triliun. Hal ini disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani berdasarkan laporan Second Biennial Update Report 2018.

Artinya, kata Sri Mulyani, setiap tahun paling tidak dibutuhkan dana sebesar Rp266,2 triliun. "Ini angka yang lebih besar untuk program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) bidang kesehatan sebesar Rp172 triliun,” katanya saat webinar Climate Change Challenge di Jakarta, Jumat (11/6/2021) dikutip dari Antara.

Sri Mulyani menjelaskan, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saat ini, dana yang dialokasikan untuk climate change atau perubahan iklim sebesar 4,1 persen atau Rp86,7 triliun per tahun. Karena itu, pemerintah berupaya memobilisasi berbagai pihak untuk ikut terlibat dalam komitmen climate change, mulai dari pemerintah, pihak swasta, hingga masyarakat melalui waste management dan kebiasaan dalam menggunakan energi termasuk mengonsumsi barang yang ramah lingkungan.

Dia mengatakan, pemerintah menunjukkan keseriusan dalam komitmen climate change dengan menjadikan 11 daerah yang terdiri atasi enam provinsi, tiga kabupaten, dan satu kota untuk memahami isu dan menjadikan isu climate change sebagai prioritas. Pemerintah pada tahun ini kembali menambah enam daerah untuk ikut terlibat dalam program regional climate budget tagging tersebut.

“Kita berharap seluruh daerah akan mengikutinya. Ini akan memberikan double power dari APBN dan APBD dalam menangani isu perubahan iklim,” ujarnya.

Pemerintah juga membentuk Badan Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) pada 2019 dan SDG Indonesia One yang merupakan platform kerja sama pendanaan yang terintegrasi untuk menggalang dana dari berbagi sumber untuk mendanai pembangunan infrastruktur yang berorientasi terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Perjanjian Paris merupakan kesepakatan global yang monumental untuk menghadapi perbuahan iklim. Komitmen negara-negara dinyatakan melalui Nationally Determined Contribution (NDC) untuk periode 2020-2030. Indonesia telah meratifikasi komitmen tersebut dengan target pemangkasan 29 persen emisi gas rumah kaca pada 2030 dengan usaha sendiri atau penurunan 41 persen jika mendapat dukungan internasional.

Editor : Jujuk Ernawati