Per September 2019, Jokowi Selesaikan 81 Proyek Strategis Nasional

Isna Rifka Sri Rahayu · Rabu, 02 Oktober 2019 - 15:19 WIB
Per September 2019, Jokowi Selesaikan 81 Proyek Strategis Nasional

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah mencatat terdapat 81 proyek strategis nasional (PSN) telah selesai dibangun dan sudah beroperasi hingga September 2019. Proyek-proyek tersebut mulai dibangun pada 2016 oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), dengan nilai investasi mencapai Rp390 triliun. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, proyek-proyek tersebut merupakan bagian dari 223 PSN dan tiga program  dengan total investasi Rp4.183 triliun, untuk 15 sektor. Dengan begitu, masih ada 142 PSN yang masih belum beroperasi. 

"Pemerintahan Pak Jokowi mengambil posisi memprioritaskan infrastruktur, yang betul-betul sebagian besar resource (sumber pendapatan) memang digunakan untuk itu," ujarnya di Jakarta, Rabu (2/10/2019). 

Mantan Gubernur Bank Indonesia itu menjabarkan, PSN yang rampung pada tahun 2016 ada 20 proyek dengan nilai Rp33,3 triliun. Terdiri dari tujuh bandara, satu jalan tol, enam bendungan, satu pelabuhan, satu jalur pipa gas, dan empat Pos Lintas Batas Negara (PLBN). 

Kemudian tahun 2017 selesai 10 PSN senilai Rp61,4 triliun, terdiri dari dua jalan tol, satu jalan akses, satu bandara, satu fasilitas gas, tiga PLBN, satu bendungan dan satu saluran irigasi. Dilanjutkan pada tahun 2018 rampung 32 proyek senilai Rp207,4 triliun, terdiri dari dua kereta api, empat bendungan, satu irigasi, 10 jalan tol, lima Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), satu bandara, empat kawasan industri, empat smelter, dan satu sentra kelautan perikanan. 

Pada tahun ini, hingga akhir September 2019 rampung 19 proyek senilai Rp7,7 triliun terdiri dari tiga bandara, lima jalan, empat kawasan, dua smelter, tiga bendungan, dan dua teknologi. 

Di samping 81 PSN yang rampung tersebut, juga ada 129 PSN dan dua program yang tengah digarap pemerintah dengan nilai investasi sebesar Rp2.860 triliun. Proyek tersebut ditargetkan bisa rampung dan beroperasi dalam waktu dekat. 

Terdiri dari 27 proyek, satu program ketenagalistrikan, dan satu program pemerataan ekonomi yang sedang tahap konstruksi dan mulai beroperasi sebagian. Sedangkan, 22 proyek dalam tahap konstruksi dan akan beroperasi di 2019, serta 80 proyek akan beroperasi setelah 2019. 

"Perbaikan infrastruktur tersebut sangat berpengaruh pada kinerja logistik, terlihat bahwa logistic performance index Indonesia membaik antara tahun 2010 ke 2018. Meski demikian, kita tetap perlu membangunan infrastruktur yang baru," tutur dia.

Darmin menjelaskan, terdapat tiga strategi pemerintah dalam upaya percepatan infrastruktur ke depan yakni implementasi kebijakan Satu Peta (One Map Policy), penguatan Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) sebagai special delivery unit penyediaan proyek infrastruktur. 

"Serta melalui kebijakan mendorong partisipasi swasta dalam pembangunan infrastruktur," ucap Darmin.


Editor : Ranto Rajagukguk