Perluasan B20, Pemerintah Klaim Pangkas Impor Solar 4.000 KL per Hari

Rully Ramli ยท Jumat, 09 November 2018 - 23:03 WIB
Perluasan B20, Pemerintah Klaim Pangkas Impor Solar 4.000 KL per Hari

Ilustrasi. (Foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah dalam dua bulan terakhir telah menerapkan perluasan biodiesel 20 persen (B20) untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) Solar non-Public Service Obligation (PSO). Kebijakan ini diklaim telah menghemat impor Solar sebanyak 4.000 kiloliter (KL) per hari.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengakui, meski menghadapi kendala dalam distribusi, implementasi perluasan B20 semakin hari kian baik.

Ini dapat dibuktikan dari impor solar yang terpangkas cukup besar secara hariannya. "Serapannya membaik, saya liat teman-teman Bea Cukai impor harian (solar) turun 4.000 kiloliter per hari, terhitung dari satu September sampai tujuh november kemarin," kata Rida usai melaksanakan Rapat Koordinasi dengan Kementrian Koordinator bidang Perekonomian di gedung Ali Wardhana, Jumat (9/11/2018).

Adanya tren positif penggunaan B20 tidak hanya ditunjukkan dari turunnya angka impor solar. Meskipun penyerapan untuk non-PSO masih jauh dari target yang ditentukan, target penyerapan B20 untuk PSO sampai dengan saat ini sudah mencapai lebih dari angka 80 persen.

"Untuk PSO (penyerapannya) sudah lebih dari 80 persen. Non-PSO belum, kan baru dua bulan, membaiklah intinya," kata Rida.

Penggunaan B20 diproyeksikan dapat memperbaki neraca perdagangan yang kini masih negatif. Melalui perluasan B20, pemerintah optimistis impor solar akan terpangkas cukup besar. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelumnya menilai pertumbuhan impor sudah turun menyusul berbagai kebijakan yang ditempuh pemerintah, namun angkanya masih besar.

"Impor walaupun growth-nya turun, tapi yoy masih 14 persen, itu masih terlalu tinggi," kata Sri Mulyani

Menkeu menyatakan, senang perkembangan terkini berdasar laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menuju ke arah membaik dari sisi neraca perdagangan, terutama nonmigas. "Kondisi September sudah menunjukkan positif, meskipun neraca perdagangan migas masih negatif," katanya.

Ia berharap kewajiban penggunaan biofuel atau B20 akan segera menurunkan impor dan konsumsi BBM di dalam negeri sehingga akhir tahun 2018 diharapkan neraca perdagangan migas sudah positif. "Trennya sudah benar, meski ratenya harus diakselerasi lebih cepat," katanya.


Editor : Ranto Rajagukguk