Permudah Izin Tangkap Ikan, Edhy Prabowo Luncurkan Sistem Informasi Layanan Cepat

Muhammad Aulia ยท Senin, 30 Desember 2019 - 14:12 WIB
Permudah Izin Tangkap Ikan, Edhy Prabowo Luncurkan Sistem Informasi Layanan Cepat

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. (Foto: iNews.id/Muhammad Aulia)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) resmi meluncurkan layanan Sistem Informasi Izin Layanan Cepat (Silat) pada Senin (30/12/2019). Layanan ini bertujuan agar dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya kelautan dan perikanan.

Di sisi lain juga layanan tersebut dapat memperkuat fungsi pengawasan terhadap seluruh tata kelola kelautan dan perikanan nasional. "Jadi dipermudah saja, tapi pengawasan diperketat. Pengawasan diperketat dengan maksud untuk mengecek siapa saja yang selama ini bekerja sesuai etika dan norma," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

Menurut Edhy, pelayanan perizinan yang sulit justru dapat mendorong pihak-pihak tertentu untuk mencuri sumber daya kelautan dan perikanan yang ada di Indonesia. Oleh karenanya, layanan Silat dapat mencegah tindakan pencurian yang akan dilakukan pihak-pihak tertentu.

"Ini (perizinan) kan bisa menjadi alasan karena mengurus izin saja susah, jadi curi saja deh. Nah ini kita mau tidak ada alasan lagi buat mereka yang seperti ini. Makanya kita kasih kemudahan, nah kalau mereka (masih) melanggar ya kita hukum, dan saya sudah tidak ada beban moral lagi untuk menghukum mereka," tutur Edhy.

Selain itu, Edhy juga berharap layanan terbaru dari KKP dapat menjadi solusi dari masalah-masalah di sektor usaha kelautan dan perikanan.

"Sistem izin ini kita harapkan akan menjawab semua atau sebagian permasalahan yang menghambat usaha di sektor kelautan dan perikanan," kata Edhy.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP M Zulficar Muchtar menegaskan, adanya layanan Silat ini sebagai upaya pemerintah untuk menghindari pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan yang berlebihan, sehingga bisa dilakukan secara berkelanjutan.

"Kalau dipakai secara tidak terkendali, maka sumber daya akan habis. Jadi untuk mencapai target berkelanjutan, sistem kontrol perizinan harus dilakukan," tutur Zulficar.

Zulficar juga menekankan tujuan dari diluncurkannya Silat ini untuk memberikan kesempatan dan kemudahan kepada masyarakat yang hendak memanfaatkan sumber daya laut dan perikanan. "Jadi dulunya sistemnya sebagian masih manual. Dulu orang masih harus ke Jakarta, harus mengecek, tanda tangan. Dulunya perpindahan approval itu (sistemnya) dari meja ke meja. Itu memakan waktu. Nah sekarang dengan sistem integrasi ini, orang tidak perlu lagi ke Jakarta, karena semua informasi sudah ada, sudah cepat approval-nya," ujar Zulficar.

Editor : Ranto Rajagukguk