Pertamina Siap Laksanakan Distribusi Elpiji 3 kg Secara Tertutup

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Selasa, 16 April 2019 - 22:29 WIB
Pertamina Siap Laksanakan Distribusi Elpiji 3 kg Secara Tertutup

PT Pertamina (Persero) menyanggupi melaksanakan kebijakan pemerintah untuk mendistribusikan elpiji 3 kilogram secara tertutup. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - PT Pertamina (Persero) menyanggupi melaksanakan kebijakan pemerintah untuk mendistribusikan elpiji 3 kilogram secara tertutup.

Direktur Pemasaran Retail Pertamina Mas’ud Khamid mengatakan, pihaknya akan mengikuti keinginan regulator atau Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Namun, hingga kini masih belum ada arahan untuk menerapkan kebijakan tersebut.

"Oh ya kita ikutin regulator. Ya kita siap-siap saja," ujarnya di Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Selasa (16/4/2019).

Dia melanjutkan, tidak tahu menahu mengenai seberapa jauh progres pemerintah terkait kebijakan ini. Pasalnya, Pertamina hanya menunggu arahan dari pemerintah untuk melaksanakannya.

"Pertamina prinsipnya sebagai operator yang menyelengarakan penyaluran elpiji bersubsidi kita mengikuti regulasi, yang tahu progresnya gimana ya Dirjen Migas," ucapnya.

Hingga saat ini pemerintah dan Pertamina belum ada pembicaraan mengenai realisasinya, hanya melakukan beberapa kali rapat koordinasi. "Barangkali begitu (setelah Pilpres). Belum (ada pembicaraan), masih rapat-rapat masih dikoordinasi," kata dia.

Uji coba ini dilakukan karena selama ini distribusi elpiji subsidi tidak tepat sasaran karena dapat dibeli oleh masyarakat bukan penerima subsidi. Oleh karenanya, pemerintah berupaya menggunakan skema lain untuk pendistribusian subsidi sehingga bisa tepat sasaran.

"Iya lebih kepada yang berhak," ucapnya.

Uji coba ini akan dilakukan dengan tiga metode yang berbeda dengan menggunakan kartu, e-voucher, dan biometrik. Pemerintah menargetkan integrasi kartu ini dan distribusi elpiji subsidi tertutup mulai efektif tahun 2020.

"Ya alternatifnya banyak, bisa pakai kartu, bisa pakai nomor hp, bisa pakai LinkAja. Harus data itu yang harus di-link-an. Tapi semua itu kembali ke regulator, kita ikuti regulasi," tuturnya.


Editor : Ranto Rajagukguk