Prediksi Neraca Perdagangan Maret 2019, BI: Terindikasi Surplus

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Jumat, 12 April 2019 - 18:29 WIB
Prediksi Neraca Perdagangan Maret 2019, BI: Terindikasi Surplus

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) memperkirkaan akan terjadi surplus pada neraca perdagangan Indonesia periode Maret 2019. Neraca perdagangan pada periode yang sama tahun lalu mengalami surplus 1,09 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis neraca perdagangan Maret 2019 pada Senin, 15 April mendatang. Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan, hal ini seiring dengan proyeksi defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) yang akan terus menurun. Pasalnya pada Kuartal IV 2018, CAD menembus 9,1 miliar dolar AS atau 3,57 persen terhadap PDB.

"Maret angkanya masih roll ya, sudah ada indikasi tapi tunggu lah. Saya rasa sesuai tren dari CAD yg membaik. Indikasinya surplus," ujarnya di Masjid BI, Jakarta, Jumat (12/4/2019).

BPS mencatat untuk periode Januari-Februari 2019, neraca perdagangan nasional mengalami defisit sebesar 0,73 miliar dolar AS. Namun, diharapkan pemerintah masih bisa memperbaki neraca perdagangan ke depannya agar pertumbuhan ekonomi meningkat.

Neraca perdagangan Indonesia periode Februari 2019 mengalami surplus 330 juta dolar AS. Meski ekspor merosot, tapi impor mengalami penurunan tajam sehingga surplus neraca perdagangan terjadi di periode ini.

Surplusnya neraca perdagangan disumbang oleh neraca dagang non-minyak dan gas bumi (migas) yang mencapai 0,79 miliar dolar AS. Kendati demikian, neraca perdagangan migas mencatatkan defisit sebesar 0,46 miliar dolar AS akibat defisit perdagangan minyak mentah dan hasil minyak meski perdagangan gas surplus.

Sementara itu, neraca perdagangan Januari 2019 defisit 1,16 miliar dolar AS setelah impor melonjak lebih tinggi dari ekspor. Hal ini dipengaruhi oleh perdagangan migas yang defisit 454 juta dolar AS dan nonmigas defisit 704 juta dolar AS.

Impor pada bulan ini menyentuh 15,03 miliar dolar AS, turun 1,83 persen dibandingkan Januari 2018 yang sebesar 15,28 miliar dolar AS. Sementara itu, nilai ekspor mencapai 13,87 miliar dolar AS, turun 4,7 persen dibanding Januari 2018 yang sebesar 14,46 miliar dolar AS.


Editor : Ranto Rajagukguk