Program SDGs Seluruh Dunia Perlu Investasi 2,5 Triliun Dolar AS, Ini Komentar Wapres JK 

Rully Ramli · Selasa, 08 Oktober 2019 - 14:35 WIB
Program SDGs Seluruh Dunia Perlu Investasi 2,5 Triliun Dolar AS, Ini Komentar Wapres JK 

Wakil Presiden Jusuf Kalla. (Foto: iNews.id/Yudistiro Pranoto)

JAKARTA, iNews.id - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menekankan pentingnya kerja sama pembiayaan pemerintah atau non-pemerintah untuk merealisasikan program pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals/SDG's) hingga 2030. Hal ini dilakukan mengingat besarnya biaya investasi yang dibutuhkan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebutkan, agar negara-negara berkembang mampu menyelesaikan 17 program SDGs, perlu adanya biaya investasi sebesar 2,5 triliun dolar AS.

"Pertemuan (PBB) di Eropa kemarin (menyebutkan) biaya per tahun untuk SDGs 2,5 triliun dolar AS. Bagaimana mendapatkan dana segitu. Kerja sama tentu," ujar dia di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (8/10/2019).

JK menekankan, program SDGs ini menjadi penting keberadaannya untuk menyelesaikan isu-isu sosial yang berkesinambungan satu sama lain. Namun, masih banyak pihak yang belum memahami betul pentingnya program ini.

"Tentu kerja sama itu dapat terjadi, bila kita semua memahami masalahnya secara jelas," katanya.

Ditemui di tempat yang sama, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, pemerintah akan selalu melakukan inovasi pembiayaan, untuk memenuhi kebutuhan investasi yang tidak dapat disuntik melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Inovasi pembiayaan dan mobilisasi sumber pembiayaan baru non pemerintah menjadi penting untuk kesuksesan pencapaiaan SDGs," ujarnya.

Bappenas rencananya segera membentuk financing hub yang bertugas untuk mengoordinasi pembiayaan bagi program SDGs. Financing hub dibentuk untuk mengoordinasikan sumber pendanaan, sekaligus penselarasan dana dengan program SDGs yang telah ditentukan.

"Untuk itu Bappenas melakukan pemantapan pembiayaan SDGs melalui SDGs Finance Hub," kata dia.

Financing hub ini akan mengoordinasikan dana-dana proyek SDGs dari zakat, corporate social responsibility (CSR) perusahaan, filantropi hingga crowdfunding.

Selain dana swasta, financing hub SDGs ini akan mengoordinasi APBN, serta pembiayaan lewat swasta dan pemerintah di antaranya pembiayaan investasi non-anggaran (PINA) dan kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).


Editor : Ranto Rajagukguk