Puji Jonan soal Sistem Kereta Api, JK: Dari Desak-desakkan Sekarang Jadi Nyaman

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Jumat, 13 September 2019 - 15:35 WIB
Puji Jonan soal Sistem Kereta Api, JK: Dari Desak-desakkan Sekarang Jadi Nyaman

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memuji Menteri ESDM Ignasius Jonan karena telah berhasil memperbaiki sistem perkeretaapian di Indonesia. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memuji Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan karena telah berhasil memperbaiki sistem perkeretaapian di Indonesia. Seperti diketahui, Jonan pernah menjadi Menteri Perhubungan sebelum digantikan oleh Budi Karya Sumadi.

JK menilai, pelayanan kereta api sangat buruk di mana pedagang-pedagang asongan bebas keluar masuk untuk menjajakan dagangannya. Pekerjaannya tersebut turut mengubah wajah dunia perkeretaapian Indonesia.

Namun, hingga kini pemerintah masih sulit untuk menertibkan warga-warga yang membangun rumah di pinggiran rel kereta api. Hal ini tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah agar pelayanan kereta api menjadi lebih baik lagi.

"Pak Jonan ubah KA dari desak-desakan hingga menjadi transportasi nyaman. Walau tidak mudah geser masyarakat di sekitar rel, terminal, stasiun untuk dibersihkan itu tak mudah. Sudah budayanya dan kebiasaan," ujarnya di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (13/9/2019).

Sebelum menjabat menjadi Menteri Perhubungan di Kabinet Kerja Jokowi-JK, Jonan ternyata telah memimpin PT Kereta Api Indonesia (Persero) sejak 2009. Selama di KAI, dia berhasil memberantas percaloan tiket dengan menerapkan sistem boarding pass, tiket daring, dan penjualan melalui toko ritel. Selain itu, dia juga memperbaiki fasilitas toilet di stasiun yang awalnya harus membayar menjadi digratiskan.

Jonan juga menjadikan kereta api sebagai sarana transportasi yang memberikan kenyamanan bagi penumpangnya dengan melengkapi fasilitas pendingin ruangan (AC). Selama masa jabatannya, PT KAI juga melakukan peremajaan sarana yang cukup masif fengan mendatangkan 100 lokomotif untuk kereta barang dan penumpang.

Oleh karenanya, JK berharap perbaikan sarana transportasi terus dilakukan oleh pemerintah terutama dalam hal teknologinya. Pasalnya, transportasi merupakan hal yang krusial untuk menghubungkan jutaan penduduk Indonesia yang tersebar di ribuan pulau.

"Dengan itu (perubahan sosial dan budaya) dan bantuan teknologi maka sistem transportasi kita lebih baik," kata dia.

Menurut dia, membaiknya sistem transportasi umum dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi di kalangan masyarakat. Hal ini serta-merta mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) yang selama ini menjadi penyebab bengkaknya defisit neraca perdagangan Indonesia.

"Kalau tidak dikelola dengan baik, macet banyak karena orang pakai mobil pribadi. Impor minyak banyak lagi, ngutang lagi kita. Masyarakat juga ngeluh polusi," ucapnya.


Editor : Ranto Rajagukguk