Pulihkan Ekonomi, Korsel Kucurkan Rp1.375 Triliun untuk Proyek Ekonomi Hijau

Djairan ยท Selasa, 14 Juli 2020 - 15:05 WIB
Pulihkan Ekonomi, Korsel Kucurkan Rp1.375 Triliun untuk Proyek Ekonomi Hijau

Pemerintah Korea Selatan (Korsel) mengumumkan akan membelanjakan 114,1 triliun won (Rp1.375 triliun) untuk proyek Green New Deal. (Foto: AFP)

SEOUL, iNews.id - Pemerintah Korea Selatan (Korsel) mengumumkan akan membelanjakan 114,1 triliun won (Rp1.375 triliun) untuk proyek Green New Deal sebagai upaya mendorong ekonomi hijau. Program ini akan menciptakan lapangan kerja dan membantu perekonomian pulih dari dampak pandemi Covid-19.

“Proyek-proyek baru ini diperkirakan menciptakan sekitar 1,9 juta pekerjaan hingga 2025. Ini juga untuk mendorong ekonomi kita pulih dari dampak pandemi ini,” ujar Presiden Korsel Moon Jae-in, saat mengumumkan hal tersebut secara resmi, dikutip dari Reuters Selasa (14/7/2020).

Program ini akan menjauhkan ekonomi terbesar keempat Asia tersebut dari ketergantungannya yang besar pada bahan bakar fosil. Hal ini sekaligus mempromosikan industri ramah lingkungan yang ditenagai teknologi digital, termasuk mobil listrik dan hidrogen, jaringan pintar serta layanan medis jarak jauh atau telemedicine.

Korsel tengah berusaha untuk mewujudkan keinginan memiliki 1,13 juta kendaraan listrik, dan 200.000 mobil hidrogen di jalanan pada 2025 nanti. Perkiraan tersebut naik dari 91.000 dan 5.000 pada masing-masingnya dalam rancangan pada akhir 2019 lalu. 

Sementara itu, pemerintah setempat juga akan memperluas stasiun pengisian untuk kendaraan tersebut. Rencana itu mempromosikan layanan medis jarak jauh, kebijakan baru kerja dari rumah atau work from home untuk bisnis serta sekolah online, yang berbasis jaringan nirkabel generasi kelima (5G). 

Hal lain juga akan mencakup keringanan pajak untuk penyedia telekomunikasi yang memasang sistem tersebut. Moon mengatakan, pemerintahannya juga akan menginvestasikan 24,3 triliun won (Rp290,48 triliun) untuk membangun jaringan pintar di seluruh negeri, agar dapat mengelola penggunaan listrik secara lebih efisien.    

Editor : Ranto Rajagukguk