Pulihkan Ekonomi, Singapura dan Jepang Sepakat Buka Perjalanan Bisnis

Djairan ยท Jumat, 11 September 2020 - 21:28 WIB
Pulihkan Ekonomi, Singapura dan Jepang Sepakat Buka Perjalanan Bisnis

Pemerintah Singapura dan Jepang sepakat akan membuka jalur hijau atau perjalanan antarnegara khusus untuk memfasilitasi bisnis penting dan perjalanan resmi. (Foto: AFP)

SINGAPURA, iNews.id - Pemerintah Singapura dan Jepang sepakat akan membuka jalur hijau atau perjalanan antarnegara khusus untuk memfasilitasi bisnis penting dan perjalanan resmi mulai 18 September 2020. Langkah tersebut menjadi yang pertama bagi Jepang untuk membuka akses khusus bisnis dengan negara lain selama pandemi Covid-19.

"Jalur hijau timbal balik yang kami susun ini untuk memfasilitasi bisnis penting dan perjalanan resmi antara kedua negara, akan diluncurkan 18 September. Selain bisnis penting, perjalanan dinas resmi bagi warga juga akan difasilitasi oleh kedua pihak,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Singapura (MFA), dikutip dari Channel News Asia pada Jumat (11/9/2020).

Dimulainya kembali perjalanan lintas batas, mengharuskan kedua negara untuk memastikan keamanan dalam pertukaran bisnis dengan perlindungan kesehatan yang ketat bagi masyarakat. Pemerintah Singapura meyakini, kerangka kerja ini akan membantu memulihkan konektivitas dan khususnya ekonomi untuk kedua pihak dari dampak pandemi Covid-19.

Perlindungan telah disiapkan mencakup tes Covid-19 bagi penumpang di jalur keberangkatan maupun kedatangan. Pemerintah setempat juga akan mewajibkan karantina selama 14 hari pertama di negara penerima. Para menteri, dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh MFA telah menyetujui poin utama tersebut untuk pelancong bisnis jangka pendek.

Singapura, saat ini telah memiliki kebijakan kesepakatan perjalanan lintas batas dengan China, Malaysia, Brunei Brunei Darussalam dan Korea Selatan (Korsel). Pemerintah setempat juga mengatakan, akan mempercepat diskusi yang sedang berlangsung mengenai kebijakan serupa dengan Thailand serta Indonesia.

Editor : Ranto Rajagukguk