Punya Masalah seperti India, RI Harus Keluar dari Middle Income Trap

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Jumat, 07 Desember 2018 - 21:01 WIB
Punya Masalah seperti India, RI Harus Keluar dari Middle Income Trap

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Suahasil Nazara. (Foto: iNews.id/Isna Rifka)

JAKARTA, iNews.id - Indonesia merupakan salah satu negara middle income dan dinilai sulit keluar dari perangkap (trap) ini sama seperti India. Pasalnya, Indonesia memiliki karakteristik masalah yang sama dengan India.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Suahasil Nazara mengatakan, baik Indonesia maupun India harus terbebas dari middle income trap untuk menjadi negara maju. Oleh karenanya, pemerintahan harus mulai bertransformasi ke penguatan sektor industri.

"Di India terjadi sama persis seperti kita, Current Account Deficit (CAD/defisit transaksi berjalan). Mata uangnya juga mengalami depresiasi. Kalau tidak terjadi transformasi industrinya, mengerikan juga India," ujarnya di Hotel Inaya Putri Bali, Bali, Jumat (7/12/2018).

Jika keduanya tidak dapat menjadi negara industrialis maka tidak dapat menembus middle income trap. Apalagi di era revolusi industri 4.0 di mana setiap negara dituntut menjadi negara industri yang berbasis teknologi.

"Bisa tidak dia nembus middle income trap itu? Nah kita mungkin belum tapi jaga-jaga dari sekarang," kata dia.

Apalagi pada tahun 2045, Indonesia akan menjadi negara maju dengan ditopang oleh bonus demografi, usia produktif, urbanisasi, jumlah kelas menengah, dan sektor jasa yang lebih produktif.

Oleh karenanya, Indonesia membutuhkan infrastruktur, sumber daya manusia, teknologi, perencanaan wilayah, sumber daya ekonomi dan keuangan, stabilitas makro dan politik, serta kepastian hukum.

Setelah pembangunan infrastruktur yang masif, pemerintah akan mengembangkan sumber daya manusia. Untuk itu perlu menarik seluruh komponen bangsa dalam pengembangan pendidikan.

"Kalau Bu Menteri bilang bangun infrastruktur empat tahun. Berikutnya kita bangun human capital. Gimana caranya? Kalau tingkatkan human capital lewat mana?" tuturnya.


Editor : Ranto Rajagukguk