Realisasi Anggaran PEN Rp695 Triliun Seret, Ini Alasannya

Suparjo Ramalan · Rabu, 23 September 2020 - 18:40:00 WIB
Realisasi Anggaran PEN Rp695 Triliun Seret, Ini Alasannya
Sekretaris Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Raden Pardede. (Foto: iNews.id/Isna Rifka Sri Rahayu)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah angkat bicara ihwal penyerapan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dinilai lamban. Hingga 14 September, realisasi anggaran PEN sebesar Rp240,9 triliun atau 34,6 persen dari pagu Rp695,23 triliun.

Sekretaris Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Raden Pardede mengatakan, realisasi anggaran PEN tidak bisa dilihat atas periodisasi penyebaran Covid-19 di Indonesia. Meski Covid-19 masuk ke Tanah Air sejak Februari atau Maret lalu, skema dan pembahasan dana PEN baru dimulai pemerintah pada awal Juni tahun ini.

Sementara program PEN mulai digulirkan minggu kedua bulan Juli. Oleh karena itu, kata dia, realisasi anggaran PEN harus dihitung sejak awal Juli hingga September ini.

"Program PEN bergulir di akhir Mei atau Awal Juni. Mestinya (realisasi) dilihat mulai Juli, Agustus. Bukan mulai januari," ujar Raden dalam Diskusi Publik secara virtual bertajuk 'Arah Kebijakan Pemerintah: Keseimbangan Antara Kesehatan dan Ekonomi', Rabu (23/9/2020).

Terlepas dari itu semua, kata Raden, pemerintah terus mendorong realisasi anggaran PEN 100 persen hingga akhir tahun ini. Penyerapan akan dilakukan melalui relokasi terhadap sejumlah program prioritas.

"Kita sadar mau menyerap anggaran Rp600 triliun. Kita nggak mau tinggal sepeser pun. Kita perlu realokasi perlindungan sosial kita tambah," kata dia.

Selain itu, tambahan anggaran juga menyasar berbagai program insentif bagi pelaku UMKM. Program Bantuan Presiden (Banpres). "Jadi memang fokus bantuan untuk saudara kelas menengah ke bawah melalui bansos dan UMKM," ucapnya.

Editor : Rahmat Fiansyah

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda