Realisasi Investasi Kuartal III 2021 Rp216,7 Triliun: PMA Turun, PMDN Naik

azhfar muhammad ยท Rabu, 27 Oktober 2021 - 13:31:00 WIB
Realisasi Investasi Kuartal III 2021 Rp216,7 Triliun: PMA Turun, PMDN Naik
Menteri Investasi Bahlil melaporkan, realisasi investasi kuartal III Rp216,7 triliun, PMA turun tapi PMDN naik. .(Foto: ist)

JAKARTA, iNews.id - Realisasi investasi kuartal III 2021 tercatat sebesar Rp216,7 triliun. Angka ini turun 2,8 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

"Kuartal III realisasi Rp216,7 triliun. Secara quarter to quarter dibanding kuartal II itu turun 2,8 persen karena selama 3 bulan ini kamu hanya bekerja maksimal 1,5 bulan," kata Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, Rabu (27/10/2021). 

Menurut dia, kuartal III merupakan kuartal terberat. Pasalnya, pada periode itu kasus Covid-19 sempat naik tinggi dan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) membatasi kegiatan masyarakat dan investasi.  

Kendati demikian, jika dibandingkan kuartal III 2020, realisasi investasi tumbuh sebesar 3,7 persen. Jadi, menurut dia, realisasi investasi di kuartal ini sekalipun pandemi, para pengusaha bisa beradaptasi dan tetap mereka percaya diri membangun investasi.
 
Dia menuturkan, penanaman modal asing (PMA) di kuartal III menurun 11 persen secara kuartalan dan 2,7 persen secara tahunan. Namun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) meningkat. 

"Kita tahu pada PPKM banyak tenaga ahli yang tidak bisa masuk karena protokol dan arus barang masuk terhambat karena pandemi. Saat PMA turun, namun PMDN naik. Secara q to q PMDN naik 6,8 persen dibanding kuartal II, yoy naik 10,3 persen," tuturnya.

"Artinya kita sebenarnya seperti teori bermain bola ala Juventus, menggaet investasi itu selalu bertahan dan menyerang kita hajar dalam negeri dan kita push terus," imbuh Bahlil. 

Adapun realiasi investasi pada Januari-September mencapai Rp659,4 triliun, naik 7,8 persen dibandingkan periode yang sama 2020. Angka tersebut setara dengan 73,3 persen dari total target yang ditetapkan sebesar Rp900 triliun.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel: