Reli Panjang Gagal Dongkrak IHSG Selama Sepekan

Rully Ramli ยท Sabtu, 10 November 2018 - 19:01 WIB
Reli Panjang Gagal Dongkrak IHSG Selama Sepekan

ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA, iNews.id - Reli selama delapan hari perdagangan berturut-turut belum cukup mendongkrak laju IHSG ke level 6.000. Bahkan, indeks turun 0,54 persen dalam sepekan.

Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Oskar Herliansyah mengatakan, pergerakan IHSG sepanjang 5-9 November 2018 turun dari 5.906,29 menjadi 5.874,14. Padahal, dari lima hari perdagangan, IHSG menghijau selama empat hari. Hal ini karena indeks anjlok 102,65 poin atau 1,72 persen pada akhir pekan.

"Nilai kapitalisasi bursa selama sepekan juga mengalami perubahan sebesar 0,54 persen menjadi Rp6,64 triliun dari Rp6,68 triliun pada penutupan pekan lalu," kata Oskar melalui keterangan tertulis, Sabtu (10/11/2018).

Selama sepekan, BEI mencatat angka frekuensi transaksi harian naik 7,35 persen dari 654,61 ribu menjadi 392,5 ribu. Namun, volume transaksi turun 7,13 persen dari 9,44 miliar unit menjadi 8,76 miliar unit.

"Dan untuk rata-rata nilai transaksi harian BEI selama sepekan terakhir juga mengalami perubahan sebesar 1,89 persen menjadi Rp8,01 triliun dari Rp8,16 triliun pada penutupan pekan lalu," ujar Oskar.

Investor asing mencatatkan beli bersih (net buy) sebesar Rp3,78 miliar sepanjang pekan ini. Kendati demikian, sejak awal tahun, asing masih mencatat jual bersih (net sell) Rp48,46 triliun.

Dalam sepekan, ada tiga perusahaan yang mencatat saham perdana di BEI. Ketiganya PT Kota Satu Properti Tbk, PT Shield-On Service Tbk, dan PT Dewata Freightinternational Tbk.

Kehadiran tiga anggota baru ini membuat jumlah emiten yang IPO tahun ini mencapai 50. Angka ini merupakan yang tertinggi sejak BEI diprivatisasi pada 1992.


Editor : Rahmat Fiansyah