Rentan Bikin Macet, Masyarakat Diimbau Istirahat Hanya Setengah Jam di Rest Area

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Minggu, 09 Juni 2019 - 15:08 WIB
Rentan Bikin Macet, Masyarakat Diimbau Istirahat Hanya Setengah Jam di Rest Area

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengimbau agar pemudik untuk tidak berlama-lama di rest area. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengimbau agar pemudik untuk tidak berlama-lama di rest area. Pasalnya, sejak semalam hingga hari ini akan menjadi puncak dari arus balik sehingga akan banyak pemudik yang membutuhkan rest area.

Kepala Balitbang Kemenhub Sugihardjo mengatakan, rest area yang penuh dapat menyebabkan kemacetan. Meskipun begitu, petugas telah menertibkan pengemudi agar tidak masuk rest area dan berhenti di bahu jalan.

Sementara, pemudik yang kelelahan sangat membutuhkan rest area untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan. Pasalnya, sopir yang kelelahan sangat rentan melakukan kesalahan yang mengakibatkan terjadinya kecelakaan.

"Orang di rest area tidak memperhatikan kepentingan orang lain. Misalkan dia terlalu lama di sana sehingga kapasitasnya tidak cukup. Kalau tidak cukup, dia meluber ke jalan dan menyebabkan kemacetannya tambah parah," ujarnya di kantornya, Jakarta, Sabtu (9/6/2019).

Oleh karenanya dia meminta kesadaran pemudik untuk memakai rest area sesuai kebutuhannya saja. Hal ini agar pemudik lain bisa berkesempatan untuk beristirahat.

"Kalau sanksi sih sebetulnya (tidak ada), ini kan kondisi kita meminta kesadaran masyarakat buat kepentingan bersama. Bukan memaklumi. Kalau orang tidak boleh berhenti di rest area terus kita suruh tetap jalan kan salah," ucapnya.

Menurut dia, waktu yang ideal untuk pemudik memakai rest area adalah setengah jam. Waktu ini cukup untuk pemudik beristirahat, makan, ke toilet, dan ibadah

"Karena istirahat itu minimal setengah jam dan kami mengimbau pemudik untuk jarak jauh ini bawa yang bisa menyetirnya gantian per empat jam agar bisa beristirahat," kata dia.

Rest area ini memang bisa menimbulkan kemacetan di jalan tol karena kapasitas dan ketersediaannya terbatas. Hal ini menjadi alasan PT Jasa Marga (Persero) Tbk memutuskan untuk menerapkan sistem buka-tutup di beberapa rest area.


Editor : Ranto Rajagukguk