Rupiah Terus Tertekan, Menko Darmin: Situasi Belum Stabil Sama Sekali

Rully Ramli ยท Kamis, 27 Desember 2018 - 08:45 WIB
Rupiah Terus Tertekan, Menko Darmin: Situasi Belum Stabil Sama Sekali

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Rupiah terus ditekan dolar AS dalam beberapa hari terakhir. Fluktuasi kurs rupiah dinilai menunjukkan gejolak belum usai.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, pelemahan kurs rupiah tidak terlepas dari situasi global yang belum stabil.

"Jadi, artinya ini kan situasi yang belum settle sama sekali," kata Menko Darmin, dikutip Kamis (27/12/2018).

Pada penutupan perdagangan kemarin, kurs rupiah melemah 0,14 persen menjadi Rp14.570 per dolar AS. Padahal, kurs rupiah dalam beberapa minggu terakhir sempat menyentuh level Rp14.200 per dolar AS.

Menko Darmin menilai, faktor ketidakpastian global yang menekan rupiah berasal dari perang dagang antara AS dan China. Selain itu, kebijakan The Fed tetap menjadi perhatian utama bagi investor di seluruh dunia.

Kedua faktor ini, menurut dia, membuat rupiah sangat volatil. Ketika kedua faktor tersebut menekan dolar AS, maka rupiah menguat dalam waktu yang singkat. Begitu pun sebaliknya.

Dalam situasi seperti ini, Menko Darmin menilai, gejolak kurs rupiah dalam waktu singkat menjadi hal yang biasa saja dan tidak perlu dikhawatirkan. Situasi global tidak pasti meski dalam beberapa kasus, investor sudah mengantisipasinya terlebih dahulu.

"Yang menarik pada waktu The Fed menaikan suku bunga, (kurs rupiah) enggak melemah-melemah kan? Malah waktu itu sedikit menguat," katanya.

Mantan Gubernur Bank Indonesia itu menjamin kondisi ekonomi domestik cukup baik. Hal tersebut terlihat dari reaksi investor yang mulai masuk kembali ke Indonesia (capital inflow).

"Kita tidak lagi dalam situasi seperti 2-3 bulan lalu, dimana yang ada itu outflow. Sekarang kan enggak, dua bulan terakhir ini dia masuk," ujar dia.


Editor : Rahmat Fiansyah