RUPS Garuda, Pelaku UMKM Minta Harga Tiket Secepatnya Turun

Ranto Rajagukguk ยท Senin, 15 April 2019 - 20:02 WIB
RUPS Garuda, Pelaku UMKM Minta Harga Tiket Secepatnya Turun

UMKM berharap hasil RUPS PT Garuda Indonesia memutuskan penyesuaian tarif tiket pesawat. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id – Pelaku usaha terutama di sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menantikan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk pada 24 April mendatang. Dalam RUPS tersebut diharapkan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selaku pemegang saham mayoritas merespons tuntutan yang mengemuka di publik terkait mahalnya harga tiket pesawat.

“RUPS Maskapai Garuda Indonesia harapan kami menghasilkan keputusan atau kebijakan perusahaan yang juga ikut serta menggairahkan perekonomian bangsa dengan menurunkan tarif atau harga tiket yang terasa saat ini sangat mahal,” kata Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Ikhsan Ingrabutun di Jakarta, Senin (15/4/2019).

Dia menyatakan, sebagai perusahaan pelat merah yang cukup strategis, Garuda Indonesia harus memerhatikan kepentingan masyarakat luas. Pasalnya, mahalnya tiket pesawat cukup memukul pelaku UMKM yang bergantung dari kunjungan wisatawan ke daerah-daerah wisata.

“Walau berbentuk PT, tetapi BUMN punya misi khusus untuk kepentingan Pemegang Saham dan juga rakyat,” ujar Ikhsan.

Selain itu, tarif batas bawah tiket pesawat yang telah dinaikkan dari 30 persen menjadi 35 persen dari batas atas seharusnya menjadi insentif bagi maskapai untuk segera menurunkan banderol tiket pesawatnya. Saat ini, Garuda Indonesia hanya memberlakukan diskon tarif hingga 50 persen yang berlaku pada periode waktu tertentu.

Ketika diskon tarif itu telah habis jangka waktunya, masyarakat tetap membeli harga tiket dengan harga yang mahal. Alhasil, pelaku UMKM hanya bisa gigit jari karena perputaran uang di daerah wisata cenderung stagnan sehingga memengaruhi pemasukan.

“Hal ini berdampak kepada omzet penjulan yang turun hingga rata-rata 60 persen dari produk-produk UMKM,” ujar Ikhsan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebelumnya telah memberi peringatan keras kepada maskapai penerbangan nasional untuk segera menyesuaikan tarif tiket pesawatnya. Pihaknya memberi batas waktu hingga dua pekan.

Jika dalam dua minggu ini maskapai tidak menyesuaikan harga, maka pihaknya terpaksa menetapkan skema subprice. Pasalnya, Kemenhub telah menyesuaikan tarif batas bawah dan atas pesawat.

"Saya memberikan kesempatan sampai dua minggu ke depan bahwa Garuda, Lion, dan lainya mengikuti apa yang sudah kita sepakati. Tapi dalam hal dia tidak mengindahkan apa yang kita sepakati, maka saya dengan berat hati menetapkan subprice itu sebagai bagian ketentuan yang dilaksanakan," ujarnya di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran, Jakarta, Minggu (14/4/2019).


Editor : Ranto Rajagukguk