RUU Migas Kembali Dibahas, Jokowi Minta Fokus ke Tata Kelola

Rully Ramli ยท Rabu, 23 Januari 2019 - 14:37 WIB
RUU Migas Kembali Dibahas, Jokowi Minta Fokus ke Tata Kelola

Presiden Jokowi, Wapres Jusuf Kalla, Mensesneg, dan Seskab sama-sama tersenyum saat berbincang sebelum rapat terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (23/1/2019). (Foto: Setkab)

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajaran pemerintahan untuk mengkaji dengan cermat dan hati-hati agar Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Minyak dan Gas Bumi (migas) yang merupakan inisiatif Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tidak bertentangan dengan konstitusi.

Permintaan tersebut disampaikan Jokowi saat memimpin rapat terbatas yang membahas RUU tentang Minyak dan Gas Bumi itu, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (23/1/2019) pagi. Jokowi juga mengingatkan, bahwa migas adalah sumber daya pembangunan yang strategis tapi juga tidak terbarukan.

Karena itu, RUU tentang Migas ini diharapkan juga mampu memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional. “Karena itu tujuan pembentukan RUU ini harusnya bukan saja mendorong peningkatan produksi migas, tapi juga mendukung penguatan kapasitas nasional, penguatan industri dalam negeri, dan investasi SDM (Sumber Daya Manusia) kita di industri migas,” kata Jokowi.

Jokowi juga menekankan agar pembentukan UU Migas ini juga dijadikan sebagai momentum untuk reformasi tata kelola migas sehingga lebih efisien, transparan, tidak berbelit-belit, sederhana, bisa berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Daerah Penghasil Migas Andang Bachtiar sebelumnya menuturkan, pembahasan RUU Migas sudah berjalan sejak 2006. Namun, RUU itu tak kunjung selesai dibahas karena banyaknya perbedaan aspirasi antara pemerintah dan DPR.

Andang juga sangsi RUU tersebut bisa rampung tahun ini. Pasalnya, tahun ini pemilihan umum (Pemilu) digelar serentak sehingga konsentrasi pemerintah dan parlemen tercepah.

Dia melanjutkan, lambatnya pembahasan RUU Migas telah memberi dampak buruk terhadap kegiatan hulu migas Tanah Air. Ini bisa dibuktikan dari minimnya kegiatan eksplorasi migas tiap tahunnya. Walhasil, produksi migas cenderung stagnan dan mengalami penurunan.

"2019 target ada 50 sumur baru yang dieksplorasi. Sementara pada 2018 pengeboran sumur migas mengalami penurunan terendah, dengan 21 sumur tereksplorasi, dari target yang mencapai 54 sumur," tutur Andang.


Editor : Ranto Rajagukguk