Sempat Diprotes Petani Demak, Harga Cabai Kini Mulai Normal

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Senin, 14 Januari 2019 - 14:15 WIB
Sempat Diprotes Petani Demak, Harga Cabai Kini Mulai Normal

Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan, harga cabai di tingkat petani sudah stabil di Rp18.000 per kilogram (kg). Beberapa waktu lalu harga cabai ini turun drastis ke Rp10.000 per kg.

Hal ini sempat membuat petani Demak, Jawa Tengah melakukan aksi protes dengan beramai-ramai membuang cabai merah yang baru dipanen ke jalan raya, Jumat (11/1/2019). Mereka menuntut pemerintah segera menstabilkan harga jual cabai merah agar petani tidak merugi.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, saat ini harga cabai di tingkat petani telah naik di atas level normal yaitu Rp15.000. Kestabilan harga ini terjadi setelah pihaknya turun tangan memberikan bantuan.

"Turun di bawah Rp10.000, biasanya Rp15.000, sekarang Rp18.000 sudah normal. Kalau turun di bawah Rp15.000, kami Menteri BUMN, Menteri Perdagangan turun tangan," ujarnya setelah Rakernas Pertanian di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (14/1/209).

Menurut dia, penurunan harga yang drastis disebabkan hasil panen cabai melonjak hingga tiga kali lipat dari biasanya. Dengan supplay yang melimpah tentu membuat harga cabai turun tajam

"Harga cabai yang murah satu sisi itu adalah pertanian berhasil luar biasa tapi di satu sisi harus ditolong. Petani sudah dibantu untuk diharga, dibantu itu karena produksi naik 3 kali lipat," ucapnya.

Direktur Jenderal Holtikultura Kementan Wandi menambahkan, harga cabai yang kembali ke harga semula ini bahkan melebihi harga normal. Pasalnya, dengan harga Rp18.000 merupakan harga untuk cabai kualitas rendah.

"Sudah selesai itu fenomena harian itu yang dibuang rusak sekraang sudah Rp18.000 dan itu grade jelek," kata dia.

Dia melanjutkan, upaya yang dilakukan untuk menangani masalah ini dengan memberikan alat pengering cabai. Dengan alat pengolahan cabai ini cabai menjadi memiliki nilai tambah karena bisa dijual ke pabrik saus sambal.

"Tadi malam saya bawakan alat pengering pengolah cabai itu mitra langsung tandatangan jadi menahan nilai harga, diolah hanya di lokasi itu. Sekarang Rp18.000-20.000," kata dia.

Selain bantuan fasilitas, Kementan juga memberikan bantuan jaminan pemasaran dengan memfasilitasi kemitraan pemasaran dengan Toko Tani Indonesia (TTI) dan PT Indofood CBP. Kemudian juga diserap untuk industri sambal sehingga akan meningkatkan pendapatan petani sehingga membantu stabilnya harga cabai di tingkat petani

"Tadi malam langsung MOU dengan Indofood, Toko Tani dan industri bikin sambal. Sudah selesai, (petani) sudah minta maaaf," tuturnya.


Editor : Ranto Rajagukguk