Serapan Biodiesel Maret 2019 Turun 16 Persen

Rully Ramli ยท Rabu, 15 Mei 2019 - 22:59 WIB
Serapan Biodiesel Maret 2019 Turun 16 Persen

Penyerapan CPO Maret mengalami perlambatan dibandingkan Februari 2019. (Foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah saat ini tengah fokus meningkatkan serapan minyak mentah kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO), sebagai bahan bauran biodiesel 20 persen atau B20. Namun, pada Maret 2019, penyerapan CPO mengalami perlambatan dibandingkan Februari 2019.

Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Mukti Sardjono mengatakan, pada Maret 2019 penyerapan biodiesel sebesar 527.000 ton. Jumlah tersebut turun 16 persen dari bulan sebelumnya yang mencapai 648.000 ton.

Menurunnya angka serapan ini diakibatkan adanya keterlambatan permintaan dari PT Pertamina (Persero), sebagai salah satu badan usaha utama yang ditugaskan menyerap B20. Alhasil, pengiriman biodiesel ke titik-titik yang telah ditunjuk juga terhambat.

"Turunnya penyerapan biodiesel disinyalir karena keterlambatan permintaan dari Pertamina sehingga pengiriman ke titik penyaluran ikut terlambat," kata Mukti di Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Mukti menambahkan, produksi minyak sawit sepanjang Maret 2019 mengalami kenaikan 11 persen, dari 3,88 juta ton pada Februari, menjadi 4,31 juta ton di Maret. "Naiknya produksi di Maret ini tergolong normal karena hari kerja yang lebih panjang jika dibandingkan dengan bulan Februari," ucapnya.

Dengan angka produksi tersebut, ia mengakui bahwa ada penurunan angka stok minyak sawit nasional sebesar 3 persen pada Maret 2019. Namun, ia memastikan bahwa stok minyak kelapa sawit nasional masih cukup.

"Dengan produksi yang cukup baik, stok minyak sawit pada Maret ini masih terjaga dengan baik di 2,43 juta ton meskipun turun 3 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang bertengger di 2,50 juta ton," ucap dia.


Editor : Ranto Rajagukguk