Siap-Siap, Mahasiswa yang Lulus Kuliah Wajib Miliki NPWP

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Jumat, 09 November 2018 - 12:28 WIB
Siap-Siap, Mahasiswa yang Lulus Kuliah Wajib Miliki NPWP

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah menyatakan sebanyak 1,8 juta mahasiswa setiap tahunnya lulus berkuliah dan tak berselang lama memperoleh pekerjaan dan menjadi wajib pajak. Oleh karenanya, potensi ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin guna meningkatkan pendapatan negara.

Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan, ketika mahasiswa diwisuda seharusnya sudah menerima kartu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Dengan demikian, begitu mahasiswa ini lulus dan mendapatkan pekerjaan bisa segera menjadi wajib pajak.

"Setiap tahun lulus 1,8 juta ini adalah potensi pajak sehingga kalau ini bisa masuk, begitu dia keluar saat wisuda dia sekaligus menerima kartu NPWP itu akan bagus sekali," ujarnya di Kantor Pusat DJP, Jakarta, Jumat (9/11/2018).

Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, hal ini sebagai salah satu upaya untuk memberikan pemahaman kepada pelajar mengenai pentingnya membayar pajak.

"Beliau juga menginginkan antarmahasiswa diberikan NPWP. Saya ingin yang bicara ini Pak Menteri karena kalau saya yang ngomong dikiranya Bu Menteri sudah desperate sekali sampai mahasiswa dipajaki," ucapnya.

Menurut dia, kesadaran mengenai kewajiban membayar pajak seharusnya ditanamkan sejak usia dini kepada 50 juta pelajar di Indonesia. "Ini artinya dari awal kita perlu menanamkan pemahaman mengenai pajak yang lahir bersama lahirnya RI. Kalau ingin buat republik ini baik, penting untuk membuat pajak lebih dipahami," kata dia.

Inklusi perpajakan merupakan rangkaian upaya untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pajak. Pasalnya, kontribusi penerimaan pajak masih kecil yaitu hanya 70 persen dari total penerimaan negara.

"Kalau dilihat dari tax ratio masih dibawah 15 persen selama lima tahun terakhir kita berkutat antara 10-12 persen ini artinya masih banyak potensi kita membayar pajak," ucapnya.

Menurut dia, edukasi dan pemahaman mengenai pentingnya pembayaran pajak menjadi strategi penting untuk meningkatkan penerimaan negara. "Kalau kita lihat pendapatan negara yang sekarang kita kumpulan sekitar 11-12 persen itu menggambarkan potensi yang masih sangat besar," tuturnya.


Editor : Ranto Rajagukguk