Situasi Global Kondusif, Kurs Rupiah Terus Menguat Lawan Dolar AS

Antara, Muhammad Aulia ยท Kamis, 16 Januari 2020 - 18:45 WIB
Situasi Global Kondusif, Kurs Rupiah Terus Menguat Lawan Dolar AS

Rupiah. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat di pasar spot pada perdagangan Kamis (16/1/2020) sore. Kurs rupiah terus bergerak menjauh dari level Rp14.000.

Mengutip data Bloomberg, rupiah berakhir di level Rp13.642 per dolar AS, menguat 52 poin atau 0,38 persen dibanding posisi kemarin di Rp13.695 per dolar AS.

Pada awal perdagangan hari ini, kurs rupiah dibuka menguat di Rp13.678 per dolar AS dan terus bergerak positif. Sejak awal tahun, rupiah unggul 1,61 persen atas greenback.

Data Reuters menunjukkan kurs rupiah juga menguat 45 poin atau 0,33 persen ke Rp14.615. Sepanjang sesi perdagangan, kurs domestik bergerak pada kisaran 13.615-13.675.

Berdasarkan data kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) hari ini, kurs rupiah diperdagangkan di level Rp13.658. Angka tersebut lebih baik dibandingkan posisi sebelumnya di Rp13.706.

Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan kurs rupiah tak terlepas dari kondisi global yang makin kondusif. Tercapainya kesepakatan dagang AS-China memberikan sentimen positif kepada rupiah.

"AS dan China menyelesaikan penandatanganan perjanjian perdagangan parsial di Gedung Putih semalam, membuat perang perdagangan antara kedua belah pihak mereda," ujar Ibrahim.

Sebagai gantinya, China setuju meningkatkan pembelian produk AS sebesar 200 miliar dolar AS selama dua tahun ke depan dalam barang-barang manufaktur, pertanian, energi, dan jasa.

Dari domestik, strategi bauran kebijakan ekonomi yang diterapkan Bank Indonesia dan kebijakan pemerintah yang terus melakukan reformasi di segala bidang baik birokrasi maupun keuangan serta keamanan yang terjamin, menjadi sentimen positif.

"Hal tersebut membawa berkah bagi pasar dalam negeri sehingga pasar kembali percaya, dengan sendirinya modal asing kembali masuk cukup deras," ujar Ibrahim.


Editor : Rahmat Fiansyah