Soal Covid-19, Faisal Basri Ingatkan Ekonomi Bisa Pulih tapi Nyawa Tidak Bisa

Michelle Natalia ยท Minggu, 20 September 2020 - 22:11 WIB
Soal Covid-19, Faisal Basri Ingatkan Ekonomi Bisa Pulih tapi Nyawa Tidak Bisa

Ekonom Faisal Basri mengingatkan Covid-19 perlu penanganan serius karena ekonomi bisa pulih, tapi nyawa manusia tidak bisa dipulihkan. (Foto: Sindonews)

JAKARTA, iNews.id - Ekonom senior Faisal Basri mengatakan kasus Covid-19 yang terus bertambah harus segera dikendalikan. Dia menyoroti perbandingkan pertumbuhan 50.000 kasus pertama dengan kasus saat ini.

"50.000 kasus pertama butuh penyebaran selama 115 hari. Sementara kasus menjadi 250 ribu hanya membutuhkan 14 hari," ujar Faisal dalam Webinar Nasional Seri 2 KSDI "Strategi Menurunkan Covid-19, Menaikkan Ekonomi" di Jakarta, Minggu (20/9/2020).

Dia mengingatkan jika tidak segera ditangani tidak bisa dipungkiri bahwa angka kasus bisa mencapai 1 juta. "Kasus naik, maka angka kematian juga naik. Ekonomi bisa pulih, tapi nyawa manusia tidak bisa dipulihkan," kata Faisal.

Dia mengatakan, testing Indonesia yang rendah tidak bisa dijadikan alasan. Selain itu, belum ada Perppu khusus yang menangani Covid-19, hanya ada Perppu yang menangani APBN dan sektor keuangan. 

"Virus ini sangat bahaya sehingga butuh panglima perang yang harus full time dan bukan kerja sambilan. Covid-19 ini sumber utama ketidakpastian," ujarnya.

Dia menyebutkan, kepercayaan atau confidence masyarakat dan dunia usaha juga bergantung pada upaya pemerintah mengendalikan wabah.

"Jika pemerintah mampu mengendalikan wabah dengan serangkaian tindakan dan langkah yang terukur, serta jujur, maka akan tumbuh confident masyarakat dan dunia usaha," ujarnya.

Editor : Dani Dahwilani