Soal Investasi, Jokowi: Enggak Perlu Promosi Mancanegara, Selesaikan Masalah di Dalam

Aditya Pratama ยท Kamis, 20 Februari 2020 - 13:40 WIB
Soal Investasi, Jokowi: Enggak Perlu Promosi Mancanegara, Selesaikan Masalah di Dalam

Presiden Jokowi memberikan arahan pada pembukaan Rakornas Investasi 2020 di Jakarta, Kamis (20/2/2020). (Foto: Ant)

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai hambatan-hambatan investasi di dalam negeri perlu menjadi fokus untuk diselesaikan. Hal ini dinilainya lebih penting daripada promosi investasi di luar negeri.

"Kita enggak perlu promosi mancanegara, enggak perlu, yang di dalam itu saja diselesaikan, kemudian yang masuk menyatakan minat Rp1.600 triliun gede banget, angka ini hampir mendekati APBN. Ini tidak pernah diurus dengan baik secara riil," kata Presiden di Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Mantan gubernur DKI Jakarta itu menyebut, banyak investor yang tertarik berinvestasi di Indonesia namun ragu karena rumitnya birokrasi. Data BKPM sebelumnya menyebut ada Rp708 triliun rencana investasi yang terhalang masuk ke Indonesia.

Dia juga memuji Kepala BKPM Bahlil Lahadalia yang tegas saat menghadapi masalah. Bahkan, dia kerap mendengar kalau Bahlil mencatut nama Jokowi saat berhadapan dengan pihak-pihak yang menghambat investasi.

"Meskipun sering pakai nama presiden kalau ke daerah untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada, saya sampaikan tidak apa-apa, gunakan nama saya tapi untuk sebuah kebaikan, untuk sebuah kecepatan, proses, tidak apa-apa," tuturnya.

Presiden menekankan investasi menjadi kunci untuk menyerap tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, dia berharap investor tak lagi dipersulit saat tertarik menanamkan modal di Tanah Air.

"Saya minta kepada seluruh kepala daerah, kepada kepala dinas PTSP, semuanya layani mereka, kalau ada persoalan bantu untuk menyelesaikan karena ini akan membuka lapangan pekerjaan, lapangan kerja yang besar sekali, investasi Rp708 triliun ini muncul baik mendirikan pabrik, industri, manufaktur, membuka lapangan kerja, kita masih punya tujuh juta masyarakat yang menganggur," ucapnya.


Editor : Rahmat Fiansyah