Soal Pembentukan Pansus Jiwasraya, YLKI Minta Fokus Pengembalian Dana Nasabah

Aditya Pratama ยท Selasa, 14 Januari 2020 - 15:05 WIB
Soal Pembentukan Pansus Jiwasraya, YLKI Minta Fokus Pengembalian Dana Nasabah

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendapatkan pengaduan terkait gagal bayar pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero). (Foto: SINDO)

JAKARTA, iNews.id - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendapatkan pengaduan terkait gagal bayar pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Namun, jumlah aduan yang diterima YLKI hanya ada dari satu nasabah.

Meskipun hanya ada satu pengaduan, Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan, pihaknya akan tetap membantu mendapatkan hak nasabah yang sampai saat ini masih terkatung-katung tanpa kejelasan.

"Dana nasabah yang sudah diinvestasikan harus dikembalikan dan tadi dikatakan bahwa dengan pansus (Panitia Khusus oleh DPR) apa pun yang penting jangan sampai justru mengaburkan masalah pengembalian dana nasabah," ujar Tulus di Kantor YLKI, Jakarta Selatan, Selasa (14/1/2020).

Tulus menambahkan, jika Pansus yang dibentuk oleh DPR tidak bisa mengembalikan dana nasabah Jiwasraya, maka pembentukan itu akan sia-sia. Sebab, untuk saat ini yang terpenting adalah mengembalikan dana nasabah terlebih dahulu.

"Karena mereka telah menanamkan uangnya lewat prosedur yang ada tapi uangnya atau dananya tidak bisa diklaim. Ini juga OJK saya kira yang kita tuntut dan juga Satgas Investasi dan juga bank yang ikut memasarkan juga layak dimintai pertanggungjawaban di dalam memasarkan produk ini, kan Jiwasraya bekerja sama dengan pihak bank," kata dia.

Tulus juga menolak jika Pansus Jiwasraya dibentuk hanya untuk gagah-gagahan dalam unsur politis. Menurutnya, akan jauh lebih baik jika pembentukan pansus untuk memaksa pengembalian dana nasabah yang sampai saat ini belum didapatkan.

"Bagi kami, kembalikan dulu dana nasabah, sehingga kalaupun dibentuk pansus seharusnya fokus kepada masalah pengembalian kepada dana nasabah, bukan soal lain, karena kalau tidak apa gunanya (pembentukan pansus)?" ucap Tulus.

Editor : Ranto Rajagukguk