Soal Penyelundupan Harley, Menhub Akan Denda Garuda Indonesia

Antara ยท Jumat, 06 Desember 2019 - 12:44 WIB
Soal Penyelundupan Harley, Menhub Akan Denda Garuda Indonesia

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menjatuhkan denda kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menyusul dugaan penyelundupan suku cadang motor Harley Davidson. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menjatuhkan denda kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menyusul dugaan penyelundupan suku cadang motor Harley Davidson dan sepeda Brompton oleh Direksi. Maskapai ini melanggar aturan karena memasukkan kargo ke pesawat dan tidak dicatat dalam penerbangan pengiriman pesawat Airbus A330-900 Neo dari Toulouse, Perancis 16 November 2019.

“Kita layangkan suatu surat yang mendenda Garuda karena membawa barang tanpa memasukkan dalam daftar (kargo tercatat),” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta, Jumat (6/12/2019).

Dia menjelaskan, berdasarkan peraturan standar izin penerbangan (flight approval/FA), penumpang dan barang wajib dicatat. “Berkaitan dengan FA, biasanya standar, jumlah penumpang berapa kargonya berapa, banyak sekali kita lakukan random (acak) karena ini ada yang spesial dan melenceng dari suatu kelaziman bahwa dalam FA itu barang-barang itu tidak tercatat,” katanya.

Sementara itu, lanjut dia, karena ini bukan penerbangan komersial, masih diperbolehkan kargo manifest yang tidak dicatat sejauh tidak melanggar aturan. “Kalau penumpang, sejauh itu tidak komersial, itu tidak apa-apa untuk penerbangan seperti itu, karena barang itu tidak tercatat maka ada regulasinya, Garuda didenda jadi hari ini kita sudah lakukan,” ucapnya.

Dia mengatakan, untuk pelanggaran penyelundupan barang, penegakan hukumnya berada di ranah Bea Cukai. Namun, dia menekankan pada izin penerbangan yang tidak mencantumkan kargo tersebut.

Untuk selanjutnya, Budi Karya akan berkoordinasi dengan pihak Bea Cukai untuk melakukan pengawasan secara intensif dalam penerbangan terutama untuk pencatatan kargo. “Saya pikir kami akan kerja sama dengan Bea Cukai karena berkaitan dengan barang-barang yang masuk ke Indonesia itu secara intensif dilakukan oleh Bea dan Cukai namun demikian hal-hal yang berkaitan dengan regulasi, boleh tidaknya, termasuk barang yang mengandung bahaya, kita akan membuat suatu bahasan-bahasan yang lebih detail tim,” katanya.


Editor : Ranto Rajagukguk