Soal Super Deduction Tax, Aprindo Harap Dapat Fasilitasi Industri Ritel

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Kamis, 11 Juli 2019 - 15:04 WIB
Soal Super Deduction Tax, Aprindo Harap Dapat Fasilitasi Industri Ritel

Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo) menyambut baik aturan super deduction tax yang akan segera diterbitkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). (Foto: Shutterstock)

JAKARTA, iNews.id - Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo) menyambut baik aturan super deduction tax yang diterbitkan lewat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 tahun 2019 yang merupakan revisi atas PP 94 Tahun 2010 tentang Penghitungan Penghasilan Kena Pajak dan Pelunasan Pajak Penghasilan dalam Tahun Berjalan. 

Ketua Umum Aprindo Roy Nicholas Mandey mengatakan, aturan untuk mendorong kualitas tenaga kerja ini diharapkan dapat lebih memfasilitasi industri ritel Indonesia. Hal ini agar tenaga kerja ritel semakin maju sehingga menciptakan industri yang lebih sustainable.

"Kita sangat tertarik. Kita harap ini dapat difasilitasi lebih nyata lagi. Kami masih tunggu kementerian mana yang bisa bantu riset untuk industri ritel," ujarnya di Gandaria City, Jakarta, Kamis (11/7/2019).

PP ini merupakan jawaban bagi para pelaku usaha yang ingin aktif mendorong kualitas tenaga kerjanya. Dengan begitu, nantinya juga dapat mendorong daya saing perusahaan di kancah internasional.

Menurut dia, selama ini pelaku usaha Indonesia belum fokus pada riset bisnisnya. Riset yang biasa dilakukan peritel seperti riset pasar dan produk dilakukan masing-masing dan angkanya tidak tercatat.

"Karena riset itu belum jadi bagian yang menyatu dengan bangsa kita hingga kita harap semakin maju bangsa, kita semakin berpikir juga bagaimana meriset sesuatu industri," ucapnya.

Sementara hingga saat ini pemerintah belum memfasilitasi riset-riset industri ritel. Padahal, kontributor utama dari kenaikan konsumsi masyarakat dapat dimonitor melalui riset.

"Kalau dari pemerintah ada kajian roadmap soal ritel, kita dukung. Tapi sampai sekarang pemerintah Bappenas belum ada roadmap ritel itu. Mau dibawa ke mana ritel Indonesia," tutur dia.

Melalui PP yang telah diteken Presiden Joko Widodo tersebut, pemerintah akan memberikan insentif yang bervariasi kepada pelaku usaha dan industri yang berperan aktif mendorong vokasi dan program penelitian dan pengembangan (R&D).


Editor : Ranto Rajagukguk