Sri Mulyani Kritik Perempuan Digaji Lebih Sedikit dibanding Laki-Laki

Rully Ramli ยท Rabu, 13 Maret 2019 - 20:01 WIB
Sri Mulyani Kritik Perempuan Digaji Lebih Sedikit dibanding Laki-Laki

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. (Foto: iNews.id/Rully Ramli)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyoroti ketimpangan gender di dunia kerja. Dia menyebut, perempuan digaji lebih rendah daripada laki-laki meskipun menempati posisi yang sama.

Sri Mulyani menilai, isu gender bukan hanya masalah kekerasan perempuan dalam rumah tangga. Di dunia kerja, persoalannya pun cukup luas mulai dari rendahnya tingkat partisipasi kerja hingga ketimpangan gaji yang diterima.

"Perempuan menerima gaji 32 persen lebih rendah ketimbang laki-laki. Jadi itu artinya perempuan digaji lebih sedikit. Untungnya kalau di jajaran menteri, gaji kami sama,” ujar Sri Mulyani di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu menyebut, ketimpangan gaji berbasis gender memang tidak terjadi dalam semua kasus. Namun, dia mengklaim, ada kecenderungan semacam itu karena perempuan dinilai kurang berkontribusi dibanding laki-laki saat bekerja.

Sri Mulyani mengingatkan bahwa perempuan memiliki peran penting, termasuk dalam menggerakkan ekonomi. Semakin tinggi partisipasi kerja perempuan, semakin positif juga bagi ekonomi. Namun, yang terjadi perempuan kerap mengalami diskriminasi di dunia kerja, seperti norma sosial negatif yang melekat pada perempuan, kekerasan, hingga beban beban yang tidak proporsional dari pekerjaan rumah tangga yang tidak dibayar.

"Tantangan-tantangan tersebut sering kali membatasi perempuan dalam mendapatkan kesempatan pekerjaan dan pendapatan yang setara, serta kesempatan dalam kegiatan kepemimpinan," ujar dia.

Perempuan kelahiran Lampung itu memastikan pemerintah menjadi ketimpangan gender sebagai masalah yang harus diselesaikan. Pasalnya, kehadiran perempuan penting bagi negara.

“Jika kita dapat menyediakan lebih banyak kegiatan atau dalam hal ini jika Anda dapat memberikan lebih banyak kesempatan bagi perempuan untuk memainkan peran mereka dalam ekonomi, dalam pekerjaan, dalam kegiatan ekonomi, maka nilainya akan sangat luar biasa,” kata dia.


Editor : Rahmat Fiansyah