Sri Mulyani Pantau Kondisi Singapura untuk Tentukan Proyeksi Ekonomi

Aditya Pratama ยท Senin, 17 Februari 2020 - 15:57 WIB
Sri Mulyani Pantau Kondisi Singapura untuk Tentukan Proyeksi Ekonomi

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Humas Setkab)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memastikan perekonomian nasional pada 2020 akan terus menghadapi tantangan. Salah satu faktornya, yaitu wabah virus korona (Covid-19) yang semakin meluas dan dikhawatirkan dapat menekan perekonomian Indonesia.

Sri Mulyani mengatakan, negara tetangga, Singapura bahkan telah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi 2020 karena wabah virus korona di kisaran 0,5 persen sampai 1,5 persen. Dengan hal itu, Indonesia harus dapat mengambil kebijakan tepat agar perekonomian Indonesia tetap stabil.

"Hal itu kita jadikan barometer dalam  memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini," ujar Sri Mulyani di Kantor BKPM, Jakarta, Senin (17/2/2020).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menambahkan, Singapura akan menjadi patokan Indonesia. Pasalnya, saat ini perekonomian dunia dipenuhi ketidakpastian, terutama perekonomian di Asia yang saat ini tengah mengalami tekanan.

"Tahun 2020 saat ini dipenuhi ketidakpastian, terutama karena adanya wabah virus korona. Ini merupakan sesuatu yang harus kita perhatikan karena tekanan wabah ini terus meluas," ucap Sri Mulyani. 

Sri Mulyani menuturkan, pihaknya telah membuat instrumen kebijakan agar perekonomian Indonesia tetap stabil di tengah situasi ketidakpastian. Dia menyebut, omnibus law dan pemangkasan suku bunga bisa menjadi cara efektif dalam menjaga fundamental ekonomi Indonesia

"2020, instrumen kita target pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, pengangguran dengan omnibus law. BI sudah turunkan 100 bps 2019, 2020 lebih baik tapi ternyata ketidakpastian karena korona jadi perhatian," katanya.


Editor : Ranto Rajagukguk