Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 7 Persen Asal Investasi Kencang

Okezone ยท Selasa, 26 November 2019 - 15:40 WIB
Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 7 Persen Asal Investasi Kencang

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Humas Kemenkeu)

JAKARTA, iNews.id - Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia stagnan di kisaran 5 persen sejak 2016. Padahal, Presiden Jokowi di awal pemerintahan sempat mematok target 7 persen.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang stagnan disebabkan laju pertumbuhan investasi yang tidak sesuai harapan. Menurut dia, apabila investasi mengalir deras ke dalam negeri maka pertumbuhan ekonomi 7 persen merupakan suatu hal yang yang memungkinkan.

"Karena krisis keuangan global sebenarnya Indonesia terimbas, pertumbuhan investasi terus-menerus di bawah double digit, paling tinggi (investasi) hanya tumbuh 7 persen bahkan terkadang hanya tumbuh di bawah 5 perseb," ujarnya di Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (26/11/2019).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada kuartal III-2019, investasi hanya tumbuh 4,21 persen melambat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tumbuh 6,29 persen secara tahunan. Begitu pula dengan pertumbuhan ekonomi yang hanya mencapai 5,02 peren, melambat dari kuartal III-2018 yang tumbuh 5,17 persen.

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu menilai, investasi menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. PDB tidak bisa selalu tergantung pada konsumsi rumah tangga.

"Kami sebenarnya memiliki kemampuan (ekonomi tumbuh 7 persen), tapi investasi seharusnya bisa tumbuh hingga double digit,” ujarnya.

Saat ini, kata Sri Mulyani, pemerintah terus berupaya memperbaiki iklim investasi dengan mereformasi birokrasi dan memangkas regulasi.

Selain itu, pemerintah juga akan mengeluarkan Undang-Undang (UU) Omnibus Law yang akan merevisi seluruh aturan sebelumnya. Omnibus Law ini mencakup sektor ketenagakerjaan hingga perpajakan sebagai stimulus mendorong investasi.

"Jadi investasi sangat penting dan Presiden Jokowi melihat ini sebagai lompatan awal untuk ekonomi tumbuh lebih tinggi, karena tidak bisa ekonomi tumbuh 7 persen dengan hanya mengandalkan APBN. Itu tidak akan bisa, maka butuh investasi," kata dia. (Yohana Artha Uly)

Editor : Rahmat Fiansyah