Sri Mulyani Sebut Ekonomi RI Bisa Minus kalau Corona Berlanjut hingga September

Djairan ยท Rabu, 06 Mei 2020 - 16:14 WIB
Sri Mulyani Sebut Ekonomi RI Bisa Minus kalau Corona Berlanjut hingga September

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Humas Setkab)

JAKARTA, iNews.id - Ekonomi Indonesia bakal terus tertekan sepanjang wabah virus corona tak selesai. Skenario sangat berat dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2020 minus 0,4 persen dinilai sangat mungkin bisa terjadi.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyoroti dampak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sejauh ini belum berhasil menurunkan kurva eksponensial pasien Covid-19. Jika kondisi ini terus berlanjut hingga September 2020, maka ekonomi RI terancam minus.

"Yang kita hadapi dalam melihat ekonomi kita di kuartal II dan kemungkinan berlanjut di kuartal III, sehingga masuk skenario sangat berat mungkin terjadi dari 2,3 persen menjadi minus 0,4 persen,” ujarnya saat rapat virtual dengan Komisi XI DPR, Rabu (6/5/2020).

Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mengumumkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2020 sebesar 2,97 persen. Realisasi tersebut jauh lebih rendah dari prediksi pemerintah sebesar 4,5-4,9 persen.

Dengan angka kuartal I-2020 tersebut, kata Sri Mulyani, maka Indonesia mulai masuk skenario sangat berat. Saat ini, ada dua skenario yang dibuat pemerintah yaitu skenario berat dengan pertumbuhan ekonomi tumbuh 2,3 persen dan sangat berat dengan pertumbuhan ekonomi 0,4 persen.

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu mengatakan, ekonomi Indonesia harus pulih pada kuartal III-IV jika ingin keluar dari skenario sangat berat tersebut.

"Kalau (ekonomi) kuartal III dan IV, tidak mampu recover atau pandemi menimbulkan dampak lebih panjang di kuartal II dan III penuh, di mana PSBB belum ada pengurangan pasien dan pandemi ini menimbulkan dampak lebih panjang di kuartal II dan III, maka kita memasuki skenario sangat berat," tuturnya.

Sri Mulyani juga memprediksi ekonomi kuartal II-2020 akan lebih berat daripada kuartal I-2020. Pemerintah berupaya untuk menahan agar ekonomi Indonesia tidak turun terlalu dalam.

Editor : Rahmat Fiansyah