Sri Mulyani Ungkap Tantangan dalam Mengembangkan SDM Indonesia

Isna Rifka Sri Rahayu · Kamis, 11 April 2019 - 12:17 WIB
Sri Mulyani Ungkap Tantangan dalam Mengembangkan SDM Indonesia

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyoroti pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang perlu dihadapi Indonesia dalam mewujudkan cita-cita transformasi di era digital. Pasalnya, revolusi industri 4.0 memberikan kesempatan bagi negara berkembang untuk melanjutkan pembangunan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah telah mengalokasikan anggaran pendidikan 20 persen, anggaran kesehatan 5 persen, dan anggaran jaring pengaman sosial 10 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun hal ini belum cukup.

"Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah menggunakan berbagai instrumen untuk mencapai tujuan pembangunan," ujarnya saat memberikan kuliah umum di Cornell University dikutip dari keterangan resmi, Kamis (11/4/2019).

Pemerintah masih dihadapkan pada berbagai tantangan dalam membelanjakan anggaran pendidikan. Tantangan pertama seperti membelanjakan anggaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang merata di wilayah Indonesia.

Selanjutnya, meningkatkan kualitas pendidikan dengan anggaran yang telah didesentralisasi, yang memerlukan penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Kemudian, bagaimana pendidikan menghasilkan keterampilan yang tepat, sesuai dengan kebutuhan industri.

Tak hanya itu, kebijakan fiskal juga harus dapat memberikan insentif untuk mendorong partisipasi pihak swasta dalam pendidikan. Selama ini, pemerintah telah memberikan beberapa mekanisme insentif, antara lain insentif pengecualian pajak untuk buku literatur, insentif pajak untuk riset dan pelatihan vokasi.

"Kami juga membuat sovereign wealth fund untuk pendidikan dimana dalam periode 10 tahun telah menghasilkan banyak hal.  Kami bisa mengirimkan 25.000 mahasiswa ke universitas terbaik di dunia termasuk Cornell University. Kami juga membuat sovereign wealth fund untuk riset sebagai sarana alumni dan swasta untuk menguatkan riset dan development," ucapnya.

Di bidang kesehatan, pemerintah dihadapkan pada persoalan stunting yang masih menjadi persoalan utama di Indonesia. Pemerintah telah bekerja sama dengan Bank Dunia untuk mengatasi hal tersebut.

"Pemerintah juga telah membuat universal health coverage untuk mengatasi berbagai masalah di bidang kesehatan," kata dia.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menekankan bahwa tantangan terbesar dalam peningkatan kualitas SDM tidak terletak pada anggaran atau kebijakan, tetapi pada eksekusinya. Hasil belanja untuk SDM tidak terlihat secara langsung dan membutuhkan waktu lama dan isu SDM juga harus diatasi dengan teknologi.

Agar kebijakan pengembangan SDM dapat terus dilakukan, pemerintah memerlukan dukungan masyakarat, salah satunya melalui pajak. Pemerintah telah melakukan reformasi perpajakan yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan bagi wajib pajak.

"Namun pajak juga bukan semata-mata untuk penerimaan. Kami menggunakan instrumen pajak dan kebijakan fiskal untuk memberikan insentif kepada orang yang tepat," tuturnya.


Editor : Ranto Rajagukguk