Sri Mulyani Yakin Pendapatan Negara 2018 Bakal Melewati Target

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Kamis, 06 Desember 2018 - 17:58 WIB
Sri Mulyani Yakin Pendapatan Negara 2018 Bakal Melewati Target

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) optimistis realisasi pendapatan negara tahun ini bisa melampaui target. Dalam APBN 2018, pendapatan negara diproyeksikan mencapai Rp1.894,7 triliun.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, hingga akhir November 2018, pendapatan negara tercatat Rp1.654 triliun. Capaian itu setara 87,3 persen dari target.

"Tren ini kemungkinan masih akan berlangsung dalam minggu-minggu terakhir. Dengan tren pertumbuhan yang cukup kuat sampai akhir tahun kemungkinan akan mencapai lebih dari 100 persen dari penerimaan pendapatan negara," ujar Menkeu kepada awak media di Nusa Dua, Bali, Kamis (6/12/2018).

BACA JUGA:

Hingga November 2018, Penerimaan Perpajakan Capai Rp1.301 Triliun

Pemerintah Isyaratkan Subsidi Energi yang Bengkak Bisa Berkurang

Dia menjelaskan, tembusnya target pendapatan negara disebabkan oleh harga minyak mentah dunia yang melonjak. Hal ini membuat sejumlah pos penerimaan yang berkaitan di sektor minyak dan gas (migas) dan tambang melonjak.

Pajak penghasilan (PPh) migas misalnya, hingga November 2018 mencapai Rp60 triliun, tumbuh 26,7 persen. Realisasi tersebut 156 persen dari target yang ditetapkan dalam APBN 2018 sebesar Rp38 triliun.

Selain itu, kata dia, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sudah melewati target Rp275,4 triliun. Per November 2018, PNBP tercatat Rp342,5 triliun, tumbuh 20,4 persen.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu juga gembira dengan realisasi penerimaan perpajakan yang tumbuh 15,3 persen. Pajak nonmigas juga tumbuh 14 persen.

"Untuk pajak nonmigas, ini menggambarkan denyut ekonomi kita yang tidak terpengaruh dari migas, itu pun pertumbuhannya tinggi," ucap dia.

Menkeu yakin kinerja penerimaan makin baik di sisa satu bulan tahun ini. Pasalnya, saat ini harga minyak mentah dunia terus turun sementara kurs rupiah mulai menguat.


Editor : Rahmat Fiansyah