Sriwijaya Air Rombak Direksi dan Pulangkan 11 Karyawan Garuda

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Jumat, 08 November 2019 - 18:12 WIB
Sriwijaya Air Rombak Direksi dan Pulangkan 11 Karyawan Garuda

PT Sriwijaya Air (Group) dan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk resmi menghentikan kerja sama operasinya. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - PT Sriwijaya Air (Group) memutuskan untuk mengakhiri kerja sama operasi dengan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Seiring kondisi itu, Sriwijaya Air memulangkan 11 karyawan Garuda Indonesia perbantuan.

Pemulangan tersebut tertuang dalam surat Direktur Legal & SDM Sriwijaya Air Anthony Raimond Tampubolon kepada Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara dan Direktur Utama PT Citilink Indonesia Juliandra. Surat bernomor 018/EXT/DH/S/SJK/XI/2019 tertulis ‘Perihal: 'Pengembalian Seluruh Karyawan Garuda Group yang Ditempatkan dan atau Perbantuan di PT Sriwijaya Air (Group)'.

Anthony menandatangani surat itu pada, Kamis (7/11/2019) lalu. “Sehubungan dengan telah berakhirnya masa transisi terkait kerja sama antara Garuda Indonesia Group dengan pemegang saham PT Sriwijaya Air Group pada tanggal 31 Oktober 2019, dan atas atas pertimbangan dari Para Pemegang Saham dan Dewan Komisaris PT Sriwijaya Air, maka dengan ini management memutuskan untuk mengembalikan seluruh karyawan perbantuan, Vice President (VP) dan Senior Manager (SM) yang berasal dari Garuda Groupm," tulis Anthony dalam surat tersebut dikutip Jumat, (8/11/2019).

Sriwijaya Air juga merombak susunan Direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Adapun susunan manajemen terbaru ini, yaitu Direktur Utama PT Sriwijaya Air Jefferson Irwin Jauwena, Direktur Teknik PT Sriwijaya Air Dwi Iswantoro, Direktur Operasional PT Sriwijaya Air Didi Iswandy, dan Direktur Quality, Safety & Security Cecep Cahyana.

Pengacara Sriwijaya Air Yusril Ihza Mahendra membenarkan bahwa kerja sama operasi bersama Garuda Indonesia diakhiri. Langkah tersebut diambil karena adanya instruksi mendadak dari Garuda Indonesia kepada semua anak perusahaannya (GMF, Gapura Angkasa dan Aerowisata) untuk memberikan pelayanan kepada Sriwijaya dengan cara pembayaran di muka Kamis kemarin. 

Yusril mengatakan, manajemen Sriwijaya kini diambil alih dan dijalankan sendiri oleh internal perusahaan. “Sebagai langkah awal pengakhiran, para pemegang saham telah memutuskan mengangkat BOD Sriwijaya yang baru yang seluruhnya berasal dari internal Sriwijaya Air. Pihak Sriwijaya juga hari ini telah mengembalikan semua tenaga staf perbantuan dari GA Grup untuk tidak bekerja lagi di Sriwijaya,” ujar Yusril dalam keterangannya, Jumat (8/11/2019).


Editor : Ranto Rajagukguk