Stimulus Covid-19 Pakai Utang, Beban Bunga Diprediksi Rp66 Triliun per Tahun

Suparjo Ramalan ยท Senin, 29 Juni 2020 - 21:18 WIB
Stimulus Covid-19 Pakai Utang, Beban Bunga Diprediksi Rp66 Triliun per Tahun

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Ant)

JAKARTA, iNews.id - Pandemi Covid-19 membuat defisit APBN diperlebar menjadi 6,34 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Jumlah tersebut setara Rp1.039,2 triliun.

Defisit tersebut diperlebar untuk membiayai stimulus penanganan dampak Covid-19, baik sektor kesehatan maupun ekonomi. Anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) diketahui mencapai Rp695,2 triliun.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, stimulus yang dibiayai utang tersebut menimbulkan bunga utang. Dia memprediksi beban bunga utang yang harus dibayar sekitar Rp66,5 triliun per tahun dengan asumsi suku bunga pasar 7,36 persen.

"Dengan suku bunga itu, berarti kira-kira Rp66,5 triliun untuk SBN (Surat Berharga Negara) 10 tahun," katanya, Senin (29/6/2020).

Beban bunga tersebut, kata Sri Mulyani, akan dibagi (burden sharing) antara pemerintah dan Bank Indonesia. Skema pembagian sudah disepakati.

"Kami dengan BI bicara mengenai langkah-langkah untuk burden sharing yang kita upayakan untuk menjaga tata kelola yang baik," kata mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu.

Untuk anggaran terkait public goods, maka beban bunga utang ditanggung sepenuhnya oleh BI. Cakupannya sektor kesehatan, jaring pengaman sosial, hingga dukungan dana kepada pemerintah daerah.

Sementara anggaran non public goods, kata Sri Mulyani, akan ditanggung pemerintah. Dia tak merinci komponen non public goods yang dimaksud. Namun, seluruh komponen kedua kategori itu akan sedang difinalisasi.

Dia memproyeksikan beban utang yang ditanggung oleh BI sebesar 53,9 persen atau setara Rp35,9 triliun. Adapun sisanya menjadi tanggung jawab pemerintah.

Editor : Rahmat Fiansyah