Strategi Menkeu Realisasikan Pertumbuhan Ekonomi 5,6 Persen pada 2020

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Selasa, 11 Juni 2019 - 15:49 WIB
Strategi Menkeu Realisasikan Pertumbuhan Ekonomi 5,6 Persen pada 2020

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah mengasumsikan pertumbuhan ekonomi tahun 2020 sebesar 5,3 persen sampai 5,6 persen. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan sikap kehati-hatian dan pentingnya menjaga optimisme pasar.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, perkiraan batas bawah asumsi tersebut menunjukkan risiko global yang meningkat. Sementara, perkiraan proyeksi batas atas menunjukkan potensi pertumbuhan ekonomi jika semua unsur penyumbang pertumbuhan dapat direalisasikan.

"Landasan perkiraan pertumbuhan tersebut adalah terjaganya pertumbuhan konsumsi, investasi dan ekspor dengan dukungan belanja pemerintah secara proporsional," ujarnya saat Rapat Paripurna di Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Menurut dia, untuk merealisasikan asumsi tersebut, konsumsi perlu dijaga dengan tingkat inflasi yang rendah terkendali untuk menjaga daya beli. Kemudian, program bantuan sosial yang intensif untuk mendorong pemerataan pendapatan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat terutama yang berpenghasilan rendah.

Selain itu, investasi terus ditingkatkan melalui perbaikan dan penyederhanaan regulasi, perbaikan iklim investasi, pemberian fasilitas investasi, dan promosi investasi. "Hal ini sejalan dengan pendapat Fraksi Hanura agar pemerintah lebih proaktif dengan menjajaki langsung perusahaan yang akan berinvestasi di Indonesia," kata dia.

Kendati demikian, pemerintah harus mewaspadai gejolak arus modal global seperti yang terjadi pada tahun 2018. Pasalnya, hal ini berpotensi melemahkan investasi.

Sementara itu, untuk mendukung peningkatan pertumbuhan ekspor akan diupayakan melalui kerja sama perdagangan bilateral, seperti dengan Afrika, Eropa Timur, Timur Tengah, dan Asia Tengah.

Pemerintah juga fokus meningkatkan kualitas dan pemerataan kesejahteraan di seluruh daerah dan untuk semua lapisan ekonomi, terutama kelompok termiskin dan rentan.

Pasalnya, pertumbuhan ekonomi harus bersifat inklusif dan berkualitas sehingga dapat berdampak pada pengurangan pengangguran, penurunan tingkat kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

"Pemerintah juga sependapat dengan Fraksi Gerindra dan Fraksi Golongan Karya bahwa untuk mencapai angka pertumbuhan yang tinggi dan berkualitas dibutuhkan upaya ekstra keras dan sinergi lintas sektoral dari semua komponen bangsa, baik eksekutif maupun legislatif," tuturnya.

Untuk itu, pemerintah akan menggunakan semua instrumen kebijakan yang ada baik fiskal, tenaga kerja dan sektor riil, sektor keuangan, perdagangan internasional, dan kerja sama dengan otoritas moneter untuk mewujudkan harapan ini.


Editor : Ranto Rajagukguk